Menanti Detik-detik Peralihan Blok Rokan
Kamis, 05 Agustus 2021 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Alih kelola ke Pertamina sebagai perusahaan nasional diharapkan bisa memberi manfaat yang lebih luas lagi bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara dan memperkuat posisi Pertamina sebagai BUMN yang menjadi salah satu lokomotif pembangunan dan perekonomian nasional.
Pertamina juga mendapat tantangan besar untuk dapat memproduksi migas 1 juta barel pada tahun 2030, seperti yang dicanagkan SKK Migas. untuk itu dibutuhkan komitmen dan dedikasi dari seluruh elemen pekerja khususnya Subholding Upstream untuk dapat mewujudkan cita-cita.
Dengan proses alih kelola yang lancar, tentu berdampak terhadap proses estafet pengelolaan Blok Rokan berjalan dengan baik. Dengan demikian, PHR seharusnya dapat menjalankan kegiatan produksi dengan baik mengingat hampir tidak ada perubahan infrastruktur selain manajemen. Karyawan dan fasilitas produksi pun masih relatif sama dengan sebelumnya.
Transfer Teknologi
Yang ketiga, aspek transfer teknologi. Bahwa saat ini penyesuaian sistem IT juga terus dilakukan terutama aplikasi-aplikasi yang berkaitan langsung dengan operasi produksi maupun penunjangnya, juga termasuk pelatihan penggunaan sistem dari Chevron Pasicic Indonesia ke Pertamina Hulu Rokan yang nantinya akan digunakan secara terintegrasi.
Penyiapan dan Kompetensi SDM
Keempat, faktor kompetensi Sumber Daya Manusia. Kita tahu CPI adalah perusahaan minyak berstandar internasional. Oleh karena itu penggunaan SDM yang memahami pengelolaan blok minyak sangat diperlukan.
Ada ribuan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan masuk menjadi pekerja baru di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Penyerapan tenaga kerja ini dilakukan jelang alih kelola Blok Rokan dari CPI ke Pertamina pada 9 Agustus 2021, diharapkan peralihan pekerja ini tidak menjadi konflik internal yang justru bisa menjadi bumerang produksi atau lifting minyak nasional.
Proses Transisi
Penulis menilai, proses transisi dari Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina Rokan terus berlangsung. Pendataan aset dan menyerahkan data produksi, eksplorasi, dan pendukung kegiatan operasi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PHR, tentu terus berjalan.
Dengan proses transisi yang baik dan benar. ke depan, diharapkan agar proses alih kelola Blok Rokan menjadi salah satu poin rujukan bagi peralihan wilayah kerja migas lainnya di Indonesia. Sejak Agustus 2020 hingga sekarang, CPI disebut telah menyerahkan seluruh data yang masuk di dalam termination checklist kepada SKK Migas.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis 27 Mei 2021 melansir pemberitaan Kompas.com mengungkapkan, proses peralihan sudah dilakukan sejak 2019 dan beberapa bulan jelang dikelola oleh PHR terus diupayakan untuk berjalan optimal.
Kita semua berharap alih kelola Blok Rokan, Riau ini akan menjadi tonggak sejarah dan momentum awal menuju kemandirian dan ketahanan energi bangsa ini. Tidak mudah memang Pertamina Hulu Rokan yang baru diberikan pengalaman mengelola Blok minyak sebesar Blok Rokan yang memiliki potensi kandungan minyak hingga miliaran barel.
Namun Pertamina Hulu Rokan (PHR) harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu mengelola Blok Rokan setara dengan Chevron Pacific Indinesia (CPI). Terutama dalam skala kemampuan teknologi, kemampuan produksi, kemampuan ekonomis dari nilai investasi yang sangat besar. (SA)
Semoga..!
Pertamina juga mendapat tantangan besar untuk dapat memproduksi migas 1 juta barel pada tahun 2030, seperti yang dicanagkan SKK Migas. untuk itu dibutuhkan komitmen dan dedikasi dari seluruh elemen pekerja khususnya Subholding Upstream untuk dapat mewujudkan cita-cita.
Dengan proses alih kelola yang lancar, tentu berdampak terhadap proses estafet pengelolaan Blok Rokan berjalan dengan baik. Dengan demikian, PHR seharusnya dapat menjalankan kegiatan produksi dengan baik mengingat hampir tidak ada perubahan infrastruktur selain manajemen. Karyawan dan fasilitas produksi pun masih relatif sama dengan sebelumnya.
Transfer Teknologi
Yang ketiga, aspek transfer teknologi. Bahwa saat ini penyesuaian sistem IT juga terus dilakukan terutama aplikasi-aplikasi yang berkaitan langsung dengan operasi produksi maupun penunjangnya, juga termasuk pelatihan penggunaan sistem dari Chevron Pasicic Indonesia ke Pertamina Hulu Rokan yang nantinya akan digunakan secara terintegrasi.
Penyiapan dan Kompetensi SDM
Keempat, faktor kompetensi Sumber Daya Manusia. Kita tahu CPI adalah perusahaan minyak berstandar internasional. Oleh karena itu penggunaan SDM yang memahami pengelolaan blok minyak sangat diperlukan.
Ada ribuan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan masuk menjadi pekerja baru di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Penyerapan tenaga kerja ini dilakukan jelang alih kelola Blok Rokan dari CPI ke Pertamina pada 9 Agustus 2021, diharapkan peralihan pekerja ini tidak menjadi konflik internal yang justru bisa menjadi bumerang produksi atau lifting minyak nasional.
Proses Transisi
Penulis menilai, proses transisi dari Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina Rokan terus berlangsung. Pendataan aset dan menyerahkan data produksi, eksplorasi, dan pendukung kegiatan operasi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PHR, tentu terus berjalan.
Dengan proses transisi yang baik dan benar. ke depan, diharapkan agar proses alih kelola Blok Rokan menjadi salah satu poin rujukan bagi peralihan wilayah kerja migas lainnya di Indonesia. Sejak Agustus 2020 hingga sekarang, CPI disebut telah menyerahkan seluruh data yang masuk di dalam termination checklist kepada SKK Migas.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis 27 Mei 2021 melansir pemberitaan Kompas.com mengungkapkan, proses peralihan sudah dilakukan sejak 2019 dan beberapa bulan jelang dikelola oleh PHR terus diupayakan untuk berjalan optimal.
Kita semua berharap alih kelola Blok Rokan, Riau ini akan menjadi tonggak sejarah dan momentum awal menuju kemandirian dan ketahanan energi bangsa ini. Tidak mudah memang Pertamina Hulu Rokan yang baru diberikan pengalaman mengelola Blok minyak sebesar Blok Rokan yang memiliki potensi kandungan minyak hingga miliaran barel.
Namun Pertamina Hulu Rokan (PHR) harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu mengelola Blok Rokan setara dengan Chevron Pacific Indinesia (CPI). Terutama dalam skala kemampuan teknologi, kemampuan produksi, kemampuan ekonomis dari nilai investasi yang sangat besar. (SA)
Semoga..!
(poe)
Lihat Juga :