2 Bekas Stafsus Edhy Prabowo Divonis 4,5 Tahun Penjara
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:22 WIB
loading...
Safri, salah satu mantan stafsus Edhy Prabowo diganjar 4 tahun enam bulan penjara setelah dinyatakan terbukti membantu mantan bosnya itu menerima suap. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dua mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo , divonis empat tahun dan enam bulan (4,5 tahun) penjara serta denda Rp300 juta subsidair enam bulan kurungan. Kedua mantan Stafsus Edhy Prabowo tersebut yakni, Andreau Misanta Pribadi dan Safri.
"Menyatakan terdakwa I Andreau Misanta Pribadi dan terdakwa II Safri telah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama," kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada saat membacakan amar putusan untuk keduanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2021).
"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun dan 6 bulan dan denda Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan," imbuhnya.
Hakim Usada menyatakan keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Keduanya telah membantu Edhy Prabowo dalam menerima suap dari para eksportir Benih Bening Lobster (BBL).
Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan yakni, keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Kedua terdakwa selaku stafsus menteri kelautan dan perikanan tidak memberikan teladan dalam menjalankan tugasnya membantu Edhy Prabowo.
"Menyatakan terdakwa I Andreau Misanta Pribadi dan terdakwa II Safri telah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama," kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada saat membacakan amar putusan untuk keduanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2021).
"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun dan 6 bulan dan denda Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan," imbuhnya.
Hakim Usada menyatakan keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Keduanya telah membantu Edhy Prabowo dalam menerima suap dari para eksportir Benih Bening Lobster (BBL).
Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan yakni, keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Kedua terdakwa selaku stafsus menteri kelautan dan perikanan tidak memberikan teladan dalam menjalankan tugasnya membantu Edhy Prabowo.
Lihat Juga :