Akhiri Kunjungan ke Yordania, Prabowo Kembali ke Tanah Air
Selasa, 15 April 2025 - 10:22 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengakhiri kunjungan resminya di Kerajaan Yordania Hasyimiyah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengakhiri kunjungan resminya di Kerajaan Yordania Hasyimiyah. Prabowo kembali ke Tanah Air pada Senin sore, 14 April 2025.
Prabowo menyampaikan pada pertemuannya dengan Raja Abdullah II bin Al-Hussein, kedua pemimpin membahas komitmen yang kuat untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Yordania dalam sejumlah bidang.
"Kita membahas peningkatan kerja sama di beberapa bidang, bidang pendidikan, sains, teknologi, ekonomi. Ya kan kita di sini kita beli banyak fosfat, potash untuk pupuk kita, salah satu termurah di dunia," ujar Prabowo, Selasa (15/4/2025).
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Diantar Pangeran Ghazi usai Lawatan di Yordania
Selain itu, Prabowo juga mengatakan isu kemanusiaan di Gaza turut menjadi fokus utama dalam pembahasan. Indonesia, menurut Kepala Negara secara aktif mendorong terwujudnya gencatan senjata dan menawarkan dukungan untuk mempercepat proses perdamaian.
"Kita juga bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan, juga kita mendesak segera ada gencatan senjata, dan kita akan menawarkan apa yang bisa kita bantu untuk mempercepat proses perdamaian," lanjutnya.
Baca juga: 27 Brigjen Dipindah oleh Kapolri pada April 2025, Berikut Ini Nama-namanya
Prabowo menyampaikan pada pertemuannya dengan Raja Abdullah II bin Al-Hussein, kedua pemimpin membahas komitmen yang kuat untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Yordania dalam sejumlah bidang.
"Kita membahas peningkatan kerja sama di beberapa bidang, bidang pendidikan, sains, teknologi, ekonomi. Ya kan kita di sini kita beli banyak fosfat, potash untuk pupuk kita, salah satu termurah di dunia," ujar Prabowo, Selasa (15/4/2025).
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Diantar Pangeran Ghazi usai Lawatan di Yordania
Selain itu, Prabowo juga mengatakan isu kemanusiaan di Gaza turut menjadi fokus utama dalam pembahasan. Indonesia, menurut Kepala Negara secara aktif mendorong terwujudnya gencatan senjata dan menawarkan dukungan untuk mempercepat proses perdamaian.
"Kita juga bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan, juga kita mendesak segera ada gencatan senjata, dan kita akan menawarkan apa yang bisa kita bantu untuk mempercepat proses perdamaian," lanjutnya.
Baca juga: 27 Brigjen Dipindah oleh Kapolri pada April 2025, Berikut Ini Nama-namanya
Lihat Juga :