Kelola Stres dengan Bijak di Masa Pandemi
Sabtu, 10 Juli 2021 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut saya, kebanyakan dari mereka sudah menjadi pemenang atas dirinya sendiri. Mereka punya mimpi dan mereka bisa kejar itu hingga dapat. Perjuangannya sangat keras dan mereka adalah orang-orang terpilih," kata Sari semangat.
Dengan pengalaman itu, kemampuan Diaspora Indonesia dalam mengolah stres seharusnya sudah terlatih sangat baik. Mereka harus menjadi pribadi yang lebih produktif dan banyak menciptakan kegiatan baru untuk membunuh waktu.
Baca juga: Jauh dari Keluarga, Ciptakan Dampak Psikologis
Menurut Sari, mereka yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri bisa mengisi waktu dengan mengerjakan tesis atau tugas kuliah lain. Sementara itu, untuk para karyawan dan ibu rumah tangga mungkin saja bisa menciptakan kegiatan baru seperti memasak atau membaca sumber informasi. "Intinya, mereka bisa bertahan dalam masa pandemi ini di negeri orang kan berkat hasil tempaan mereka juga di waktu yang lalu. Ingat, proses panjang yang mereka lalui untuk bisa tinggal, kuliah bahkan bekerja di luar negeri tidaklah mudah. Mereka pasti punya kekuatan untuk melalui masa pandemi ini," lanjutnya.
Sari mengingatkan, para Diaspora juga butuh berkonsultasi dengan psikolog apabila sudah merasakan kesulitan atau keresahan batin. "It’s okay not to be okay. Harus banget ketemu sama psikolog kalau menemui banyak kendala. Saat ini kan semua sudah mudah, bisa konsultasi secara daring. Agar kesehatan mental tetap terjaga," saran dia.
Dengan pengalaman itu, kemampuan Diaspora Indonesia dalam mengolah stres seharusnya sudah terlatih sangat baik. Mereka harus menjadi pribadi yang lebih produktif dan banyak menciptakan kegiatan baru untuk membunuh waktu.
Baca juga: Jauh dari Keluarga, Ciptakan Dampak Psikologis
Menurut Sari, mereka yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri bisa mengisi waktu dengan mengerjakan tesis atau tugas kuliah lain. Sementara itu, untuk para karyawan dan ibu rumah tangga mungkin saja bisa menciptakan kegiatan baru seperti memasak atau membaca sumber informasi. "Intinya, mereka bisa bertahan dalam masa pandemi ini di negeri orang kan berkat hasil tempaan mereka juga di waktu yang lalu. Ingat, proses panjang yang mereka lalui untuk bisa tinggal, kuliah bahkan bekerja di luar negeri tidaklah mudah. Mereka pasti punya kekuatan untuk melalui masa pandemi ini," lanjutnya.
Sari mengingatkan, para Diaspora juga butuh berkonsultasi dengan psikolog apabila sudah merasakan kesulitan atau keresahan batin. "It’s okay not to be okay. Harus banget ketemu sama psikolog kalau menemui banyak kendala. Saat ini kan semua sudah mudah, bisa konsultasi secara daring. Agar kesehatan mental tetap terjaga," saran dia.
(zik)
Lihat Juga :