Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Rabu, 03 Juni 2026 - 10:10 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu diaspora Indonesia di Rusia. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong diaspora Indonesia di Rusia untuk berperan langsung dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. AHY mengharapkan WNI di Rusia dapat bertindak sebagai mitra distribusi dan penghubung bisnis riil untuk memperluas jaringan bisnis.
Hal ini disampaikan AHY dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, dan komunitas diaspora di Moskow, Minggu, 31 Mei 2026. AHY merinci sejumlah program strategis nasional yang memerlukan percepatan.
Fokus utamanya mencakup pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dengan nilai investasi mencapai USD80 miliar, Program Pembangunan 3 Juta Rumah, serta pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Program pendukung lainnya meliputi penataan permukiman nelayan melalui Gerakan Indonesia ASRI, penguatan ketahanan air, serta penerapan penuh kebijakan jalan, Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) pada 2027. Untuk merealisasikan dan memaksimalkan dampak ekonomi dari program tersebut, pemerintah mengajak diaspora untuk mengoptimalkan peran mereka.
Baca juga: Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Hal ini disampaikan AHY dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Rusia, Jose A.M. Tavares, dan komunitas diaspora di Moskow, Minggu, 31 Mei 2026. AHY merinci sejumlah program strategis nasional yang memerlukan percepatan.
Fokus utamanya mencakup pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dengan nilai investasi mencapai USD80 miliar, Program Pembangunan 3 Juta Rumah, serta pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Program pendukung lainnya meliputi penataan permukiman nelayan melalui Gerakan Indonesia ASRI, penguatan ketahanan air, serta penerapan penuh kebijakan jalan, Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) pada 2027. Untuk merealisasikan dan memaksimalkan dampak ekonomi dari program tersebut, pemerintah mengajak diaspora untuk mengoptimalkan peran mereka.
Baca juga: Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Lihat Juga :