Jauh dari Keluarga, Ciptakan Dampak Psikologis

Sabtu, 10 Juli 2021 - 08:44 WIB
loading...
Jauh dari Keluarga,...
Jauh dari keluarga ciptakan dampak psikologis bagi diaspora Indonesia. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bagi seseorang yang menetap di negara lain, menghadapi situasi semacam ini tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi diaspora yang baru saja datang ke suatu negara.

Pada tahap awal, idealnya para pendatang masih menjalani masa adaptasi. Langkah ini dilakukan karena banyaknya perbedaan antara negara asal dengan negara yang akan ditinggali. Mulai dari perbedaan budaya, tradisi serta pola hidup. Namun, dengan adanya situasi pandemi yang telah mengubah semua aspek kehidupan, orang-orang yang menetap di luar negeri mau tidak mau harus mengeluarkan usaha ekstra cepat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Tahap inilah yang kemudian dapat mempengaruhi kaum diaspora secara psikologis. Terlebih mereka tinggal jauh dari keluarga. Kekhawatiran yang tinggi terhadap nasib keluarga karena tingkat kasus Covid-19 yang memprihatinkan, sementara ruang gerak mereka sendiri dibatasi di negara yang ditinggali, membuat dampaknya semakin terasa.

Hal tersebut diamini Diaspora Indonesia yang kini tinggal di Thailand, Topan Renyaan. Menurutnya, berada dalam situasi pandemi di negeri orang tidak mudah karena jauh dari keluarga. Sementara, keluarga adalah pihak yang memberikan dorongan terbesar. "Berada di negara lain tidak bersama keluarga pasti cukup berat. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Dukungan orang-orang terdekat sangat penting," ujarnya.

Dampak psikologis juga diakui Topan sangat terasa pada saat baru dirinya menginjakkan kaki di Thailand. Saat pertama kali masuk ke negara tersebut, Topan harus memenuhi beberapa persyaratan kesehatan yang cukup ketat seperti hasil tes PCR dan dokumen fit to fly yang lengkap. Kelengkapan dokumen itu menunjukkan bahwa si pendatang sudah siap terbang dalam kondisi sehat dan aman. "Sesampainya di sana, kami juga harus melakukan karantina selama 14 hari di hotel. Jadi, tidak bisa langsung melakukan aktivitas," ujar Topan saat dihubungi MPI.

Baca juga: Diaspora Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Beratnya menjalani hidup di negara orang juga dialami Satya. Wanita yang hijrah ke Amerika pada 2017 ini mengaku mulai mengalami stres dengan kondisi yang serba tidak menentu saat memasuki bulan ke-4 dan ke-5 pandemi, yakni Juli dan Agustus. Ditambah, dirinya harus pula mengurus perpanjangan izin tinggal atau Green Card yang cukup rumit serta memakan waktu. "Waktu itu sempat panik, apalagi orang-orang juga lagi panik kan. Saya inget banget waktu itu. Tapi ya pasrah saja," tuturnya.

Media Sosial Jadi Sarana Ampuh Jalin Komunikasi
Satya dan Topan sepakat bahwa dalam kondisi sulit ini, hal terpenting saat ini adalah tetap menjalin komunikasi dengan keluarga. Karena, biar bagaimanapun keluarga merupakan support system yang harus dimiliki saat masa genting seperti ini. Bagi ketiganya, media sosial menjadi sarana ampuh untuk berkomunikasi dengan keluarga. "Sekarang ini ya saya hanya bisa mengandalkan media sosial dan aplikasi berbagi pesan (WhatsApp) untuk menghubungi keluarga. Paling sering sih kami video call," kata Satya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Sambut Hari Kartini,...
Sambut Hari Kartini, Rustini Muhaimin Serukan Penguatan Pendidikan Karakter Keluarga
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Aldi Taher Bikin Heboh...
Aldi Taher Bikin Heboh Hari Ketiga JakartaXBeauty, Bagikan Goodie Bag Soulyu
Catatan Bersejarah Maroko...
Catatan Bersejarah Maroko Usai Tembus Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved