Kasus Melonjak, Pemerintah Wajib Perbanyak RS Khusus Covid-19

Minggu, 27 Juni 2021 - 20:44 WIB
loading...
Kasus Melonjak, Pemerintah...
Pemerintah diminta memperbanyak RS yang khusus menangani pasien Covid-19 dan memperbaiki masalah hulu lewat layanan daring. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus melakukan langkah serba cepat dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 . Penguatan layanan kesehatan secara daring tak bisa ditawar lagi.

Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Husein Habsyi mengatakan pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan harus bergerak cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menahan penyebaran dan menangani orang-orang yang sudah terpapar. Dia menyarankan RS-RS yang dikonsentrasikan khusus menangani pasien Covid-19 diperbanyak.

Walaupun bakal menghambat pasien di luar Covid-19 untuk memperoleh akses layanan, tetapi sistem ini akan membuat penanganan terpusat dan mencegah penularan yang mungkin terjadi, jika RS tetap melayani pasien Covid-19 dan non-Covid-19. “Tapi mau tidak mau, langkah darurat harus dilakukan. Jika tidak, kita sudah sering mendengar, orang mencari RS selalu penuh, enggak ada tempat tidur,” ujarnya.

Baca juga: RS-Faskes Kian Tertekan, Epidemiolog Sarankan Perkantoran Tutup Total 2 Pekan

Sistem informasi rawat inap (siranap) besutan Kemenkes kerap dikeluhkan tidak update. Husein menegaskan infrastruktur layanan konsultasi kesehatan jarak jauh, serta informasi dan data digital yang terintegrasi sudah sangat mendesak untuk dibangun. Masyarakat, terutama positif Covid-19 itu, kerap dalam kondisi cemas dan panik. Ditambah lagi, mereka kesulitan mendapatkan informasi RS mana yang masih kosong.

Mereka yang sudah tak tahan akhirnya keluar mencari RS dengan segala risikonya, seperti tidak dapat faskes dan menularkan ke orang lain. “Paling tidak, (dengan telemedicine dan informasi digital) kecemasan dan kepanikan orang bisa berkurang. Seandainya ada yang menilai kondisinya saat ini seberapa parah. Apakah harus ke RS atau kondisi sekarang ini bisa di rumah dengan obat biasa,” katanya.

Saat ini Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta hanya menerima pasien dengan gejala sedang-berat. Kasus positif Covid-19 harian selalu lebih dari 18 ribu dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 pada Minggu (27/6/2021), orang terpapar Covid-19 berjumlah 21.342. Sudah kali kasus harian melebih angka 21 ribu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Covid-19 Per 5 Mei 2023,...
Covid-19 Per 5 Mei 2023, Bertambah 2.122 Kasus dan 20 Orang Meninggal
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Ahli Gastroenterologi...
Ahli Gastroenterologi Siap Lakukan Riset Refluks Gastroesofageal
Tak hanya Teknologi...
Tak hanya Teknologi AI, Fitur CCE Berikan Banyak Kemudahan
Rekomendasi
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
2 Korban KM Nurul Salsa...
2 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan dalam Keadaan Selamat, 18 Orang Masih Hilang
Berita Terkini
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved