IDAI: Case Fatality Rate Anak Indonesia Paling Tinggi di Dunia
Minggu, 20 Juni 2021 - 17:10 WIB
loading...
Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Bhakti Pulungan mengatakan bahwa Case Fatality Rate anak-anak di Indonesia terbilang tinggi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) , Aman Bhakti Pulungan mengatakan bahwa Case Fatality Rate anak-anak di Indonesia terbilang tinggi. Data IDAI menunjukkan Case Fatality Rate anak adalah 3 sampai 5%.
"Kita ini pasien paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan kan 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3 sampai 5% dan ini jangan digoreng ini yang saya katakan betul-betul jumlah kematiannya itu. 3 sampai 5% dan ini bervariasi," ujar Aman dalam Webinar PAPDI, Minggu (20/6/2021). Baca juga: Bandung Barat Zona Merah COVID-19, Petugas Gabungan Putar Balik Kendaraan Wisatawan
Aman memaparkan bahwa 50% kematian anak di Indonesia adalah balita. "Jadi DKI ini data 17 Juni, dalam satu hari saja bertambah 661 anak terkonfirmasi dan 144-nya balita dan saya sering mengatakan 50% kematian anak itu balita. Bukan balita itu meninggal 50%. Jadi seluruh yang meninggal anak itu 50%-nya balita dan sementara kita lihat di DKI saja 144 yang balita," jelas Aman.
Dilanjutkannya bahwa proporsi kasus positif COVID-19 pada anak mencapai 12,5%. "Proporsi kasus COVID-19 Pada anak usia 0 sampai 18 ini ya 12,5 persen artinya 1 dari 8 kasus adalah anak," kata dia.
Pihaknya memberi peringatan untuk semua kegiatan yang melibatkan anak-anak dan balita untuk digelar secara daring. "IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0 sampai 18 tahun diselenggarakan secara daring untuk saat ini ya," papar Aman.
"Kita ini pasien paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan kan 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3 sampai 5% dan ini jangan digoreng ini yang saya katakan betul-betul jumlah kematiannya itu. 3 sampai 5% dan ini bervariasi," ujar Aman dalam Webinar PAPDI, Minggu (20/6/2021). Baca juga: Bandung Barat Zona Merah COVID-19, Petugas Gabungan Putar Balik Kendaraan Wisatawan
Aman memaparkan bahwa 50% kematian anak di Indonesia adalah balita. "Jadi DKI ini data 17 Juni, dalam satu hari saja bertambah 661 anak terkonfirmasi dan 144-nya balita dan saya sering mengatakan 50% kematian anak itu balita. Bukan balita itu meninggal 50%. Jadi seluruh yang meninggal anak itu 50%-nya balita dan sementara kita lihat di DKI saja 144 yang balita," jelas Aman.
Dilanjutkannya bahwa proporsi kasus positif COVID-19 pada anak mencapai 12,5%. "Proporsi kasus COVID-19 Pada anak usia 0 sampai 18 ini ya 12,5 persen artinya 1 dari 8 kasus adalah anak," kata dia.
Pihaknya memberi peringatan untuk semua kegiatan yang melibatkan anak-anak dan balita untuk digelar secara daring. "IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0 sampai 18 tahun diselenggarakan secara daring untuk saat ini ya," papar Aman.
Lihat Juga :