Kemenkes Sebut 4 Vaksin Ini Tidak Dapat Dipergunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:00 WIB
loading...
Kemenkes menegaskan bahwa vaksin COVID-19 merk Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax tetap tidak dapat dipergunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa vaksin COVID-19 merk Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax tetap tidak dapat dipergunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong .
Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan pada 28 Mei 2021 menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan yang sebelumnya Nomor 10 Tahun 2021. Baca juga: Dorong Vaksinasi Dipercepat, Wapres Minta Pemda Awasi Penerapan Prokes
Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa dalam aturan yang baru, Kemenkes mengizinkan penggunaan jenis vaksin COVID-19 yang dipergunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong, dalam hal ini vaksin Sinopharm, sebagai Program Vaksinasi Pemerintah yang gratis.
Hal ini perlu diatur mengingat 500 ribu dosis vaksin Sinopharm yang diperoleh merupakan hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab sehingga tidak dapat diperjualbelikan.
“Poin utama dari aturan ini untuk mengatur bahwa pemerintah diperbolehkan menerima vaksin yang sama dengan yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong selama itu merupakan skema hibah atau bantuan secara gratis. Bukan malah sebaliknya,” ujar Nadia dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/6/2021).
Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan pada 28 Mei 2021 menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan yang sebelumnya Nomor 10 Tahun 2021. Baca juga: Dorong Vaksinasi Dipercepat, Wapres Minta Pemda Awasi Penerapan Prokes
Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa dalam aturan yang baru, Kemenkes mengizinkan penggunaan jenis vaksin COVID-19 yang dipergunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong, dalam hal ini vaksin Sinopharm, sebagai Program Vaksinasi Pemerintah yang gratis.
Hal ini perlu diatur mengingat 500 ribu dosis vaksin Sinopharm yang diperoleh merupakan hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab sehingga tidak dapat diperjualbelikan.
“Poin utama dari aturan ini untuk mengatur bahwa pemerintah diperbolehkan menerima vaksin yang sama dengan yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong selama itu merupakan skema hibah atau bantuan secara gratis. Bukan malah sebaliknya,” ujar Nadia dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/6/2021).
Lihat Juga :