Optimisme Bangkit dari Resesi

Senin, 10 Mei 2021 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Sejatinya, dalam ekonomi klasik, hukum Say, menyatakan bahwa produksi agregat selalu menciptakan jumlah permintaan agregat yang sama (supply creates own demand). Substansi hukum Say adalah memperkuat keyakinan bahwa pasar mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien lewat proses pertukaran (exchange economics). Pada masa pandemi ini, pihak yang memiliki kemampuan untuk menciptakan permintaan serta mendorong produksi adalah pemerintah melalui belanja pemerintah maupun relaksasi pajak. Selama pandemi pemerintah secara konsisten juga terus berupaya mendorong ekonomi Indonesia untuk keluar dari jurang resesi melalui berbagai program pemulihan ekonomi nasional yang tak hanya mendorong sisi permintaan (demand) namun juga mendorong sisi penawaran (supply).

Pemerintah di Garda Terdepan

Beberapa paket kebijakan yang di kemas dalam kebijakan PEN diharapkan mampu mendorong kinerja perekonomian lebih baik dan mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Dari sisi permintaan, kinerja konsumsi pemerintah dan RT menjadi satu-satunya komponen yang secara konsisten tumbuh positif selama pandemi. Kebijakan fiskal, yang dilakukan pemerintah selama 2020, telah berhasil mempertahankan daya beli masyarakat menengah ke bawah, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Berbagai jenis stimulus fiskal, seperti insentif pajak, dan bantuan langsung tunai, mampu mengerem laju kontraksi ekonomi ke jurang yang lebih dalam. Selain itu, intervensi pemerintah telah berhasil menunjukkan bukti nyata bahwa realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada 2020 telah berhasil menahan peningkatan angka kemiskinan. Bank Dunia sebelumnya memproyeksikan kemiskinan 2020 dapat mencapai 11,8% jika pemerintah tidak menyalurkan program Perlinsos. BPS mencatat bahwa pada September 2020 kemiskinan di Indonesia masih berada di bawah proyeksi Bank Dunia meski mengalami peningkatan menjadi 10,19% dari tahun sbeelumnya. Kenaikan tersebut tak lepas dari dampak Covid-19 dirasakan oleh seluruh lapisan kelompok pendapatan terutama menengah ke bawah.

Kini pemerintah tak boleh lengah, termasuk kita juga. Covid 19 masih menjadi tantangan Bersama, apalagi beberapa negara tetangga masih bersusah payah menangani pandemi ini. Keberadaan pemerintah di garda terdepan sebagai pendorong geliat ekonomi nasional masih menjadi tumpuan banyak pihak. Oleh sebab itu, kebijakan fiskal yang bersifat countercyclical, forward looking dan prudent masih perlu terus dijalankan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional ke depan. Semoga.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Jokowi: Indonesia Salah...
Jokowi: Indonesia Salah Satu Negara Terbaik Atasi Covid-19 dan Dampak Ekonominya
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Pemuda Perindo Tekankan...
Pemuda Perindo Tekankan Peran Milenial dalam Sektor Pertanian Perkotaan
Mendeteksi Sinyal Pemulihan...
Mendeteksi Sinyal Pemulihan Ekonomi
Merawat Optimisme Tahun...
Merawat Optimisme Tahun 2023
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved