WN China Masuk Saat Mudik Dilarang, Epidemiolog: Memprihatinkan dan Berbahaya

loading...
WN China Masuk Saat Mudik Dilarang, Epidemiolog: Memprihatinkan dan Berbahaya
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman prihatin dengan masuknya WNA China ke Indonesia. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
JAKARTA - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengaku prihatin dengan masuknya Warga Negara Asing (WNA) China ke Indonesia di saat pemerintah melarang mudik lebaran. Sebab, kata Dicky, dunia saat ini masih memburuk akibat Covid-19.

Baca juga: WNA China Terus Berdatangan ke Indonesia, Hari Ini 166 Orang Masuk lewat Soetta

"Artinya kalau memburuk ya tidak ada bedanya, China mau manapun sana, Australia yang jauh lebih baik dari China pengendalian lebih terbuka dan transparan, berisiko," kata Dicky Budiman kepada SINDOnews, Sabtu (8/5/2021).

Maka itu, dia menilai penyaringan atau screening Covid-19 di pintu masuk harus diperkuat. "Darimanapun, dari negara manapun," tuturnya.



Baca juga: Penyekatan Mudik di Batubara, Puluhan Kendaraan Diputar Balik

Sebab, kata dia, tidak ada negara yang masyarakat 100 persen bersih dari Covid-19. "Oleh karena itu masuknya warga negara asing dari beberapa negara yang masih kita buka ini tentu berisiko sekali," tuturnya.

Selain itu, dia menilai institusi pemerintah juga perlu bersikap empati. "Dalam situasi ini dimana kita tahu ada pembatasan di dalam negeri, masyarakat dilarang mudik walaupun sebagian sudah mudik, tapi masih jauh lebih besar juga menurut saya yang menahan mudik itu, menurut saya hampir sebanding ya jutaan itu," ungkapnya.

Baca juga: Jalur Perbatasan Bogor-Sukabumi Sepi Pemudik

Menurut dia, masyarakat yang mematuhi larangan mudik lebaran itu melakukannya dengan kesadaran. "Dengan harapan bisa turut mengendalikan, juga ada pengorbanan di situ," imbuhnya.

Dia mengatakan, jangan sampai pemerintah terkesan melonggarkan pintu masuk bagi warga negara asing. Sementara di dalam negeri, kata dia, sedang dilakukan pengetatan atau pembatasan kegiatan masyarakat.



"Karena bicara dari luar, kecuali WNI ya, kalau warga negara asing ya situasi sangat masih belum terkendali kemudian pembenarannya kecuali dia diplomat, dia pebisnis, kabinnya, kerjasama bilateral lah segala macam, tapi kalau penduduk, pekerja atau apapun, ya harusnya ditunda dulu lah, karena ini berisiko sekali, China itu belum dalam kategori terkendali," ungkapnya.

Sehingga, menurut dia, bukan tidak mungkin warga negara China itu berpotensi membawa varian baru virus Covid-19. "Itu lah sebabnya di tengah situasi serius seperti itu harus dibatasi termasuk empati supaya masyarakat tidak merasa saya harus mematuhi pembatasan, ini ada pintu masuk kok kesannya longgar, tidak etis, kesan empatinya tidak ada, ini sesuatu yang memprihatinkan, dan berbahaya," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top