Indo-Pasifik Dalam Pusaran 'Fait Accompli'

Kamis, 22 April 2021 - 05:32 WIB
loading...
Indo-Pasifik Dalam Pusaran...
Hasan Sadeli (Foto: Istimewa)
A A A
Hasan Sadeli
Peminat Sejarah Maritim dan Kajian Pertahanan, Lulusan Magister Ilmu Sejarah Universitas Indonesia

INDO-PASIFIK merupakan wilayah yang tidak pernah luput dari pantauan berbagai media. Signifikansi geopolitik dan geostrategi di kawasan ini berkembang dalam skala progresif, yang secara perlahan membuat kawasan Atlantik seperti “terpinggirkan”. Kuatnya pesona Indo-Pasifik, di antaranya dipengaruhi oleh kendali kawasan ini atas 50% lebih perdagangan dunia, di mana laut menjadi sarana utama pendistribusian barang dan sumber daya energi di kawasan ini.


Keberadaan Selat Malaka dan Laut China Selatan sebagai jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia merupakan gambaran nyata tentang besarnya ketergantungan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik terhadap laut. Di Selat Malaka misalnya, sebagaimana pantauan Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Komando Armada I pada 2020, tercatat lebih dari 62.000 kapal niaga berbagai jenis melintas di Selat Malaka. Selain itu, perairan ini juga dilintasi oleh 362 kapal perang dari berbagai negara.

Menginjak 2021, kehadiran kapal perang termasuk kapal induk milik Amerika Serikat (AS) di Selat Malaka masih terjadi secara intensif. Fakta terbaru adalah kehadiran kapal induk Theodore Roosevelt Carrier Strike Group (CSG) yang melintas pada 4 April 2021.

Posisi strategis jalur perdagangan maritim di kawasan Indo-Pasifik rupanya tidak hanya menumbuhkan optimisme bagi kemajuan ekonomi terhadap negara-negara di kawasan, tetapi juga memunculkan persoalan keamanan. Bukan rahasia lagi apabila klaim teritorial China di Laut China Selatan (LCS) telah “mengundang” kehadiran armada maritim dari berbagai negara ke wilayah tersebut, yang salah satunya terhubung melalui Selat Malaka.

Salah satu aliansi “semiformal” di kawasan yang menantang klaim teritorial China ialah Quadrilateral Security Dialogue (Quad) yang terdiri atas AS, Jepang, India, dan Australia. Klaim teritorial China kontraproduktif dengan kampanye kebebasan navigasi yang banyak disuarakan di dalam Quad dengan mengesampingkan kenyataan terkait negara-negara anggota di tubuh Quad yang berstatus non claimant stateatas LCS. Selain itu, keberadaan salah satu anggotanya yakni India juga merupakan negara yang memosisikan China sebagai mitra dagang terbesarnya. Ini merupakan satu dari banyak contoh yang menjelaskan betapa bangunan aliansi dan kemelut diplomatik di kawasan ini tidak sesederhana yang terlihat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Buka KJRI di Chengdu,...
Buka KJRI di Chengdu, Ini Pertimbangan Pemerintah
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Rekomendasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved