HUT ke-69 Kopassus, Ini Kisah Heroik Prajurit Korps Baret Merah di Medan Operasi

Jum'at, 16 April 2021 - 05:37 WIB
loading...
HUT ke-69 Kopassus,...
Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hari ini, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merayakan hari jadinya yang ke 69 tahun. Di rentang usianya tersebut, Kopassus telah banyak melahirkan prajurit-prajurit handal, terbaik dan heroik yang siap mempertaruhkan jiwa dan raganya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai pasukan yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan antiteror membuat pasukan ini selalu berhasil dalam menjalankan tugas-tugas berat di medan operasi, tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Tak heran jika pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) ini semakin disegani dan masuk dalam jajaran pasukan elite dunia. Baca juga: Cerita Pembebasan Sandera Woyla, Calon Perwira Kopassus Ini Gugur Ditembak Pembajak Garuda

Sejarah membuktikan, sejak dibentuk pada 16 April 1952, kesatuan elite yang awalnya bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) ini memiliki kemampuan tempur dan taktik perang yang sangat mumpuni. Berikut ini kisah-kisah heroik prajurit Kopassus di medan operasi. Baca juga: Aksi Heroik Mantan Danjen Kopassus Memburu para Perusuh di Konflik Ambon

Operasi Pembebasan 1.300 Sandera di Tembagapura, Papua

Berawal dari penyanderaan terhadap 1.300 warga di Kampung Banti 1, Banti 2 Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika Papua yang dilakukan oleh separatis bersenjata.

Sebanyak 13 anggota Kopassus bersama 30 personel Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti kemudian bergerak melakukan operasi pembebasan pada Jumat, 17 November 2017 pagi. Operasi pembebasan pada pagi buta tersebut berlangsung dramatis.

HUT ke-69 Kopassus, Ini Kisah Heroik Prajurit Korps Baret Merah di Medan Operasi

Sebelum melakukan pembebasan, para prajurit Kopassus telah melakukan pengintaian selama lima hari. Mereka bergerak dengan sangat senyap, mengendap, membeku sambil mempelajari situasi. Secara perlahan mereka sampai di titik sasaran. Bahkan, selama satu hari mereka tidak makan pada hari H dan jam J operasi pembebasan.

Dalam operasi pembebasan tesebut dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas. Sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.

Operasi Pembebasan KM Sinar Kudus dari Perompak Somalia

Operasi pembebasan kapal KM Sinar Kudus berawal ketika kapal yang membawa empat Warga Negara Indonesia (WNI) dan 22 orang warga negara asing yang sedang melakukan pelayaran dari Kolaka, Sulawesi Selatan menuju Rotterdam, Belanda dibajak oleh perompak Somalia di Kepulauan Seychelles, Somalia pada 16 Maret 2011.

Kabar pembajakan ini langsung mendapat tanggapan dari pemerintahan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menggelar rapat terbatas dan memutuskan untuk mengambil opsi militer terhadap para perompak. Satgas Merah Putih yang terdiri dari Sat-81 Gultor Kopassus, Denjaka, Kopaska dan Batalyon Taifib Marinir kemudian melakukan operasi pembebasan.

HUT ke-69 Kopassus, Ini Kisah Heroik Prajurit Korps Baret Merah di Medan Operasi


Kontak tembak dengan para perompak pun tak terelakkan. Dalam operasi tersebut, empat perompak berhasil ditembak mati dan jatuh ke laut. Dari tangan para perompak, disita sejumlah peralatan seperti 1 unit speead boat, GPS Garmin, amunisi tajam kaliber 7,62 mm, selongsongamunisi kaliber 7,62 mm, baju loreng dan sebagainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Berita Terkini
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Infografis
Profil Irjen Pol Dadang...
Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Komandan Upacara HUT Ke-79 Bhayangkara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved