Janji Buka WA Pejabat Negara terkait Prof M, Era Setyowati Urung Datang

loading...
Janji Buka WA Pejabat Negara terkait Prof M, Era Setyowati Urung Datang
Razman Arif Nasution menerangkan kliennya Era Sulistyowati alias Sierra sedianya akan memberikan jawaban atas statement kuasa hukum Prof. M dan menyikapi WA dari Pejabat Tinggi Negara RI. Foto: MNC/Carlos Roy Fajarta
JAKARTA - Kuasa Hukum Miss Landscape Internasional 2019 Era Sulistyowati alias Sierra, Razman Arif Nasution meminta agar Prof M berani tampil ke publik setelah kuasa hukumnya menyampaikan kronologis versi Prof M ke media saat mendatangi KPAI pada Selasa (6/4/2021) kemarin.

"Sekarang saya meminta Prof M tampil, tunjukkan wajah Anda dan tunjukan tanggung jawab anda," ujar Razman Arif Nasution, Rabu (7/4/2021) kepada awak media di Balai Warga Tower A Apartement Mediterania Palace Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: Kuasa Hukum Beberkan Hubungan Profesor M dan Miss Landscape Indonesia

Razman menyebutkan seyogyanya Era Setyowati alias Sierra akan memberikan jawaban terkait statement kuasa hukum Prof. M dan menyikapi whatsapp (WA) dari Pejabat Tinggi Negara RI.

"Tapi ini tidak jadi datang, tadi katanya sudah di tol (Sierra alias Era Setyowati), tapi ini masih cek list satu," tambah Razman.



Razman menyebutkan sikap Prof M yang tidak lagi bertanggung jawab menafkahi Sierra dan anak darah dagingnya (hasil hubungan dengan Sierra) sebagai tindakan tidak etis.

"Kalau tidak, ini persoalan etika. Etiskah seorang pejabat BUMN berlaku demikian? Etis kah seorang guru besar berlaku demikian? Bukan masalah tindak pidananya dibuktikan atau tidak," ujar Razman.

Baca juga: Ungkap Fakta, Kuasa Hukum Era Setyowati Tantang Prof M Tes DNA

Razman menyebutkan pihaknya datang ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (5/4/2021) lalu untuk melindungi hak-hak Sierra beserta anaknya.

"Kami sudah mencoba mediasi. Tapi karena tidak ada titik temu kita lapor ke KPAI. Kami ke KPAI minta peliputan karena datang mengadu karena KPAI institusi formal. Ada waktunya ke polisi, Komnas Perlindungan Anak, dan Komnas Perempuan," ungkap Razman.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top