Tewaskan Sipil di Papua, Komnas HAM Desak Evaluasi Pengamanan Daerah

Sabtu, 18 April 2020 - 15:02 WIB
loading...
Tewaskan Sipil di Papua,...
Komnas HAM mendesak pemerintah segera mengevaluasi pengamanan di daerah rawan di Papua. Hal itu merespons aksi kekerasan yang terjadi di Mimika, Papua, Senin (13/4/2020). Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pemerintah segera mengevaluasi pengamanan di daerah rawan di Papua. Hal itu merespons aksi kekerasan yang terjadi di Mimika, Papua, Senin (13/4/2020). Dalam operasi Satgas TNI di Mile 34, area PT Freeport Indonesia itu menyebabkan dua warga tewas tertembak.

Korban tersebut bernama Erden Armando Bebari (20 tahun) dan Roni Wandik (23 tahun). Keduanya disebut-sebut berstatus mahasiswa.

“Meminta presiden untuk mengevaluasi seluruh pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap Papua, termasuk pendekatan keamanan,” ujar Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Beka Ulung Hapsara saat dihubungi SINDOnews, Jumat (17/4/2020.

Evaluasi pendekatan keamanan ini dengan menghitung kembali penugasan personel TNI dan Polri di Papua. Hal itu harus dilakukan menyeluruh termasuk mengevaluasi pelaksanaan otonomi khusus (Otsus) Papua, pendekatan infrastruktur dan kesejehteraan, aspek sosial ekonomi lainnya.

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM itu juga mendesak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk bersikap tegas terhadap oknum prajurit yang terlibat sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Roy Suryo dan dr Tifa...
Roy Suryo dan dr Tifa Layangkan Surat ke Komnas HAM Senin, Ini Isinya
Komnas HAM: Penyerang...
Komnas HAM: Penyerang Andrie Yunus Pakai Identitas Anak-anak hingga Lansia untuk Samarkan Jejak
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Akademisi: Penyampaian...
Akademisi: Penyampaian Fakta soal Papua Harus Berimbang dan Disertai Solusi
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Berita Terkini
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved