Mengoptimalkan Dana PEN
Senin, 15 Maret 2021 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Kembali ke peluang tumbuhnya produk domestik bruto (PDB) di kuartal I/2021. Hal itu sempat disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu. Dia memperkirakan periode Januari—Maret 2021 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 1,6-2,1%.
Menurutnya, salah satu faktor yang bisa membantu pertumbuhan adalah sektor konsumsi yang selama ini menjadi kontributor utama. Politikus Partai Golkar itu bahkan menyebut, konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di kisaran 1,3-1,8%. Adapun belanja pemerintah diharapkan tumbuh di kisaran 4-5%.
Airlangga juga optimistis sepanjang tahun ini perekonomian Tanah Air bakal kembali tumbuh positif di kisaran 4,5-5,3% setelah tahun lalu sempat terkontraksi alias 2,07% akibat dampak pandemi yang menghantam hampir semua sektor ekonomi.
Hal senada disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bulan lalu mantan managing director Bank Dunia itu menyatakan bahwa perekonomian tahun ini diperkirakan bisa tumbuh seperti pada asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni di rentang 4,3-5,5%.
Optimisme Sri Mulyani didasarkan pada sejumlah faktor di antaranya disalurkannya stimulus di berbagai sektor bisnis, mulai dari konsumsi hingga insentif bagi pelaku industri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sektor terakhir ini kembali menjadi andalan untuk menopang perekonomian dan dimasukkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.
Menurutnya, salah satu faktor yang bisa membantu pertumbuhan adalah sektor konsumsi yang selama ini menjadi kontributor utama. Politikus Partai Golkar itu bahkan menyebut, konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di kisaran 1,3-1,8%. Adapun belanja pemerintah diharapkan tumbuh di kisaran 4-5%.
Airlangga juga optimistis sepanjang tahun ini perekonomian Tanah Air bakal kembali tumbuh positif di kisaran 4,5-5,3% setelah tahun lalu sempat terkontraksi alias 2,07% akibat dampak pandemi yang menghantam hampir semua sektor ekonomi.
Hal senada disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bulan lalu mantan managing director Bank Dunia itu menyatakan bahwa perekonomian tahun ini diperkirakan bisa tumbuh seperti pada asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni di rentang 4,3-5,5%.
Optimisme Sri Mulyani didasarkan pada sejumlah faktor di antaranya disalurkannya stimulus di berbagai sektor bisnis, mulai dari konsumsi hingga insentif bagi pelaku industri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sektor terakhir ini kembali menjadi andalan untuk menopang perekonomian dan dimasukkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.