Belajar dari Tarik-Ulur PON XX Papua

Jum'at, 05 Maret 2021 - 19:36 WIB
loading...
A A A
Tak Sekadar Pesta Olahraga
Pandemi Covid-19 merupakan krisis multidimensional tanpa terkecuali mengimbas ke persoalan me-manage penyelenggaraan event olahraga, khususnya PON XX. Krisis dalam kacamata bijak dapat diumpamakan sebagai “timbangan”. Satu sisi sebagai sebuah ancaman, tetapi sisi yang lainnya adalah peluang. Adaptasi harus dilakukan untuk merespons keduanya. Sikap waspada seperlunya hadir untuk membangun kewaspadaan, sedangkan emosi positif diperlukan untuk melihat peluang dengan spirit yang kuat. Olahraga adalah sumber spirit yang menjadi “bandul emas” yang diharapkan menambah bobot timbangan emosi positif. Menjalani masa krisis dengan lebih memberi bobot spirit hidup positif, tanpa kehilangan kewaspadaan. PON adalah sebuah reservoir besar bagi fungsi pengolah spirit tersebut.

Pertama, kesuksesan penyelenggaraan PON I di Solo pada tahun 1948, menjadi tonggak sejarah eksistensi kegagahan sebagai sebuah bangsa. Sebuah event pemersatu bangsa yang gemilang, karena berhasil diselenggarakan dalam kondisi yang sangat serba sulit secara politik, keamanan, ekonomi, dan sosial. Pelajaran besar yang merupakan pembuktian awal bahwa PON terlahir dan memiliki nilai nation and character building.

Kedua, panggung spirit PON memiliki fungsi sebagai reaktor energi kebangkitan bangsa secara lengkap. Indikator sukses penyelenggaraan PON dikenal dengan Tri Sukses, yakni: sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses ekonomi kerakyatan. Terdapat mega-refleksi empat-tahunan terhadap ketiga indikator sukses kebangsaan tersebut, pada saat duta seluruh daerah berada di tempat yang sama. PON sekaligus menjadi pemantik kesadaran kolektif tentang sport science, sport tourism, dan sport industry.

Ketiga, PON merupakan pengikatan silaturahmi nasional dalam panggung keolahragaan yang memiliki nilai strategis bagi promosi keunikan dan keunggulan daerah. Pada awalnya PON didesain tetap diselenggarakan di Jakarta sebagai ibukota negara. Namun, kemudian daerah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah.

Sangat menarik terkait tarik ulur penyelenggaraan PON XX Papua. Penundaan yang awalnya karena Covid-19, ternyata berbuntut pada banyak munculnya persoalan lain di kemudian hari. Terdapat pesan pembelajaran di balik tarik-ulur penyelenggaraan PON. Hasil belajar yang bukan untuk memberhasilkan PON Papua semata, tetapi juga memberikan warisan pembelajaran yang berguna bagi generasi penerus. PON ternyata bukan sekadar pesta olahraga, tetapi sebagai panggung lengkap literasi bangsa secara komprehensif.

Filosofi tarik-ulur itu ibarat proses “menerbangkan” sebuah layang-layang ke angkasa. Dipersyarati kemampuan lengkap, terutama akurasi tentang kapan menarik dan kapan mengulurnya. Adaptasi terhadap kekuatan angin dan juga arahnya menjadi keniscayaan. Ketika benang yang kuat telah yakin dipersiapkan, layang-layang telah siap untuk dimanuverkan di angkasa, dan adaptasi arah dan angin sudah berhasil dilakukan, maka tinggal keberanian yang gagah diperlukan untuk memanuverkan layang-layang “merah-putih” terbang gemilang di langit bumi pertiwi.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Dalami Pengelolaan...
KPK Dalami Pengelolaan Dana PON Papua oleh Lukas Enembe
Kegagalan Pasar dan...
Kegagalan Pasar dan Pandemi
Wujudkan Kepedulian...
Wujudkan Kepedulian di Tengah Pandemi, Pengajar Ini Bikin Gebrakan Begini
Masih Terdampak Pandemi...
Masih Terdampak Pandemi Ditambah BBM Naik, Masyarakat Dinilai Harus Dibantu
Pemerintah Diminta Antisipasi...
Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Krisis Global Akibat Pandemi Covid-19
Mengakselerasi Birokrasi...
Mengakselerasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
China Beri Lampu Hijau...
China Beri Lampu Hijau Buka Perbatasan dengan Hong Kong
Pakar Epidemiologi Sebut...
Pakar Epidemiologi Sebut 98,5 Persen Masyarakat Miliki Antibodi Covid-19
Sejak Terpukul Keras...
Sejak Terpukul Keras Oleh Pandemi, Sri Mulyani Terus Mereformasi Fiskal
Rekomendasi
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Berita Terkini
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved