INDONESIA CENTRUM: Ijtihad PMII Hadapi Kemajuan Teknologi
Senin, 15 Februari 2021 - 06:25 WIB
loading...
INDONESIA CENTRUM: Ijtihad PMII Hadapi Kemajuan Teknologi
A
A
A
Oleh : Ahmad Riyadi S. Leky
Badan Pengurus Harian PB PMII
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan dunia pada peradaban industri yang semakin maju dan kompleks. Peradaban industri yang tidak hanya memproduksi barang secara masal, otomatisasi, dan menawarkan kecepatan produksi, namun ia juga membawa laju arus informasi melebihi kecepatan cahaya, kanalisasi data, bahkan sampai mampu merubah watak manusia.
Laju perkembangan itu semakit cepat tanpa disadari, dan sampai saat ini titik akhirnya belum mampu terprediksi. Saat tenaga manusia tergantikan mesin uap, manusia belum terpikirkan tentang otomatisasi produksi, apalagi tentang robot yang mampu menjadi penerima tamu di hotel-hotel, pelayan restoran, teller bank, bahkan menjadi pasangan hidup. Saat santri masih mengaji fathul qarib, fathul mu’in, dan fathul wahab, dunia telah menawarkan uang digital pengganti uang konvensional yang mendobrak pakem-pakem fiqih muamalah yang dipelajari.
Kondisi dunia yang seperti itu, tentu sedikit banyak menimbulkan keterasingan, yang dalam padangan Marx, keterasingan bukan hanya berarti bahwa manusia tidak mengalami dirinya sendiri sebagai subjek, tetapi juga berarti bahwa dunia tetap asing bagi manusia. Manusia yang semakin bergantug pada teknologi semakin ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri, dan semakin sedikit dari dirinya yang asli yang dapat diperolehnya. Apalagi teknologi yang ada hanya menghamba pada kepentingan industri yang berkuasa.
Dalam pola-pola kebangkitan dan keruntuhan peradaban, teknologi merupakan salah satu tantangan yang perlu dijawab. Sebagai dinamika pokok alam semesta, jawaban terhadap tantangan tersebut menentukan hidup-matinya sebuah komunitas manusia. Termasuk di dalamnya adalah organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dituntut untuk sesegera mungkin memformulasikan jawaban atas tantangan itu.
Badan Pengurus Harian PB PMII
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan dunia pada peradaban industri yang semakin maju dan kompleks. Peradaban industri yang tidak hanya memproduksi barang secara masal, otomatisasi, dan menawarkan kecepatan produksi, namun ia juga membawa laju arus informasi melebihi kecepatan cahaya, kanalisasi data, bahkan sampai mampu merubah watak manusia.
Laju perkembangan itu semakit cepat tanpa disadari, dan sampai saat ini titik akhirnya belum mampu terprediksi. Saat tenaga manusia tergantikan mesin uap, manusia belum terpikirkan tentang otomatisasi produksi, apalagi tentang robot yang mampu menjadi penerima tamu di hotel-hotel, pelayan restoran, teller bank, bahkan menjadi pasangan hidup. Saat santri masih mengaji fathul qarib, fathul mu’in, dan fathul wahab, dunia telah menawarkan uang digital pengganti uang konvensional yang mendobrak pakem-pakem fiqih muamalah yang dipelajari.
Kondisi dunia yang seperti itu, tentu sedikit banyak menimbulkan keterasingan, yang dalam padangan Marx, keterasingan bukan hanya berarti bahwa manusia tidak mengalami dirinya sendiri sebagai subjek, tetapi juga berarti bahwa dunia tetap asing bagi manusia. Manusia yang semakin bergantug pada teknologi semakin ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri, dan semakin sedikit dari dirinya yang asli yang dapat diperolehnya. Apalagi teknologi yang ada hanya menghamba pada kepentingan industri yang berkuasa.
Dalam pola-pola kebangkitan dan keruntuhan peradaban, teknologi merupakan salah satu tantangan yang perlu dijawab. Sebagai dinamika pokok alam semesta, jawaban terhadap tantangan tersebut menentukan hidup-matinya sebuah komunitas manusia. Termasuk di dalamnya adalah organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dituntut untuk sesegera mungkin memformulasikan jawaban atas tantangan itu.
Lihat Juga :