Wapres Sebut Dampak Kemajuan Teknologi Banyak Orang Tinggalkan Agama
Kamis, 31 Agustus 2023 - 13:33 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan tantangan di era globalisasi ataupun kemajuan teknologi selain membawa dampak positif, namun juga negatif. Foto/Setwapres
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan tantangan di era globalisasi ataupun kemajuan teknologi selain membawa dampak positif, namun juga negatif. Pasalnya, banyak orang yang justru meninggalkan agama karena globalisasi kemajuan teknologi.
"Kalau dulu menghadapi tantangan seperti itu penjajahan. Sekarang juga kita menghadapi tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, itu juga di samping membawa kebaikan itu membawa keburukan juga, mendisrupsi namanya itu ya. Banyak disrupsi, banyak kemudian banyak yang meninggalkan agamanya," ungkap Wapres di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Wapres pun memberikan contoh seperti di Korea Selatan, dulu 99 persen warganya beragama Buddha. Namun, modernisasi juga pengaruh kemajuan membuat 52 persen orang Korea Selatan tidak beragama.
"Saya lihat di Korea itu dulu 99 persen beragama Buddha, sekarang tinggal 20 persen, yang lainnya ada agama lain, yang paling besar adalah sebesar 52 persen tidak beragama, tidak beragama karena pengaruh modernisasi, pengaruh kemajuan kemajuan," katanya.
Baca juga: Cerdas Menyikapi Kemajuan Teknologi
"Kalau dulu menghadapi tantangan seperti itu penjajahan. Sekarang juga kita menghadapi tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, itu juga di samping membawa kebaikan itu membawa keburukan juga, mendisrupsi namanya itu ya. Banyak disrupsi, banyak kemudian banyak yang meninggalkan agamanya," ungkap Wapres di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Wapres pun memberikan contoh seperti di Korea Selatan, dulu 99 persen warganya beragama Buddha. Namun, modernisasi juga pengaruh kemajuan membuat 52 persen orang Korea Selatan tidak beragama.
"Saya lihat di Korea itu dulu 99 persen beragama Buddha, sekarang tinggal 20 persen, yang lainnya ada agama lain, yang paling besar adalah sebesar 52 persen tidak beragama, tidak beragama karena pengaruh modernisasi, pengaruh kemajuan kemajuan," katanya.
Baca juga: Cerdas Menyikapi Kemajuan Teknologi