Usulan Lockdown Weekend, Epidemiolog: Virus Corona Tidak Ikut Libur
Kamis, 04 Februari 2021 - 07:31 WIB
loading...
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, usulan lockdown dua hari, tidak akan maksimal menekan penyebaran Covid-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini muncul wacana penerapan lockdown saat hari libur Sabtu-Minggu atau Weekend. Hal itu berhembus seiring dengan kebijakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa-Bali atau PPKM yang disebut belum efektif.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, apabila hanya melakukan lockdown dua hari, upaya menekan Covid-19 tidak berjalan maksimal. Pasalnya, virus corona tidak mengenal istilah libur.
"Walaupun Weekend virus corona tidak ikutan libur. Tidak ikutan weekend," kata Dicky kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (3/2/2021).
Baca juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Tegaskan Perlunya Lockdown Akhir Pekan
Menurut Dicky, lockdown atau PSBB (regulasi di Indonesia) akan efektif menekan penyebaran virus corona jika dilakukan selama sebulan. Hal itu berdasarkan masa inkubasi seseorang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, apabila hanya melakukan lockdown dua hari, upaya menekan Covid-19 tidak berjalan maksimal. Pasalnya, virus corona tidak mengenal istilah libur.
"Walaupun Weekend virus corona tidak ikutan libur. Tidak ikutan weekend," kata Dicky kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (3/2/2021).
Baca juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Tegaskan Perlunya Lockdown Akhir Pekan
Menurut Dicky, lockdown atau PSBB (regulasi di Indonesia) akan efektif menekan penyebaran virus corona jika dilakukan selama sebulan. Hal itu berdasarkan masa inkubasi seseorang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Lihat Juga :