Skenario Relaksasi, Mal Dibuka 8 Juni dan Sekolah 15 Juni
Sabtu, 16 Mei 2020 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan hal itu, tetapi mekanisme kebijakan PPBD tetap dilakukan dari rumah. Para peserta atau calon peserta didik dapat melihat mulai dari teknis pendaftaran dan daya tampung secara online, lalu mendaftarkan diri secara daring juga. Selanjutnya pendaftaran akan dilakukan verifikasi oleh operator atau panitia PPDB. Lapor diri juga dilakukan secara online.
Persiapan masa perkenalan lingkungan sekolah direncanakan 11 Juli. “Hari pertama sekolah masih mempertimbangkan kebijakan baik dari pusat ataupun daerah yang kami siapkan pada 13 Juli 2020," kata Nahdiana dalam rapat virtual bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kemarin. Nahdiana menjelaskan, untuk mengantisipasi jika ada siswa yang tidak bisa melakukan pendaftaran secara online pihaknya telah menyiapkan layanan bantuan atau help desk.
Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa langkah pemerintah dalam menyusun sejumlah skenario relaksasi tersebut berlandaskan data di lapangan. Dengan dasar ini, pemerintah tak henti-hentinya menyosialisasikan pentingnya PSBB kepada masyarakat agar Covid-19 bisa ditekan. Harapannya, jika pandemi bisa teratasi, skenario relaksasi bisa berjalan sesuai harapan. “Informasi (harus beradaptasi dengan Covid-19) ini juga salah satu informasi yang terus dijadikan bahan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap policy," paparnya.
Selain di bidang ekonomi, relaksasi bidang transportasi saat ini telah lebih dulu diberlakukan. Demikian juga PSBB di beberapa daerah mulai lebih longgar. Di Kota Tegal, sejak dini hari kemarin tiga akses untuk keluar kota telah dibuka lagi. Tiga akses tersebut adalah Jalan Sultan Agung, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Teuku Umar. Satu akses untuk jalan masuk ke Kota Tegal tetap hanya diberlakukan di Jalan Proklamasi. "Pintu masuk sebenarnya tetap Jalan Proklamasi. Tiga akses yang dibuka tersebut untuk akses keluar wilayah kota," ujar Kabid Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Abdul Kadir. (Baca juga: DPR Minta Polisi Lebih Humanis Tertibkan Warga Saat PSBB)
Pelonggaran PSBB di tengah masih tingginya kasus Covid-19 ini menuntut masyarakat makin hati-hati agar tidak terpapar virus ini. Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) M Agus Samsudin meminta masyarakat menghindari kerumunan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Melihat perkembangan yang menunjukkan kenaikan kasus di sejumlah daerah, dia meminta masyarakat berhati-hati dengan tetap mematuhi anjuran dari pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan. “Apa yang dilakukan oleh tenaga medis adalah upaya (menyembuhkan) tapi antivirusnya belum ada,” tuturnya.
Persiapan masa perkenalan lingkungan sekolah direncanakan 11 Juli. “Hari pertama sekolah masih mempertimbangkan kebijakan baik dari pusat ataupun daerah yang kami siapkan pada 13 Juli 2020," kata Nahdiana dalam rapat virtual bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kemarin. Nahdiana menjelaskan, untuk mengantisipasi jika ada siswa yang tidak bisa melakukan pendaftaran secara online pihaknya telah menyiapkan layanan bantuan atau help desk.
Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa langkah pemerintah dalam menyusun sejumlah skenario relaksasi tersebut berlandaskan data di lapangan. Dengan dasar ini, pemerintah tak henti-hentinya menyosialisasikan pentingnya PSBB kepada masyarakat agar Covid-19 bisa ditekan. Harapannya, jika pandemi bisa teratasi, skenario relaksasi bisa berjalan sesuai harapan. “Informasi (harus beradaptasi dengan Covid-19) ini juga salah satu informasi yang terus dijadikan bahan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap policy," paparnya.
Selain di bidang ekonomi, relaksasi bidang transportasi saat ini telah lebih dulu diberlakukan. Demikian juga PSBB di beberapa daerah mulai lebih longgar. Di Kota Tegal, sejak dini hari kemarin tiga akses untuk keluar kota telah dibuka lagi. Tiga akses tersebut adalah Jalan Sultan Agung, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Teuku Umar. Satu akses untuk jalan masuk ke Kota Tegal tetap hanya diberlakukan di Jalan Proklamasi. "Pintu masuk sebenarnya tetap Jalan Proklamasi. Tiga akses yang dibuka tersebut untuk akses keluar wilayah kota," ujar Kabid Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Abdul Kadir. (Baca juga: DPR Minta Polisi Lebih Humanis Tertibkan Warga Saat PSBB)
Pelonggaran PSBB di tengah masih tingginya kasus Covid-19 ini menuntut masyarakat makin hati-hati agar tidak terpapar virus ini. Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) M Agus Samsudin meminta masyarakat menghindari kerumunan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Melihat perkembangan yang menunjukkan kenaikan kasus di sejumlah daerah, dia meminta masyarakat berhati-hati dengan tetap mematuhi anjuran dari pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan. “Apa yang dilakukan oleh tenaga medis adalah upaya (menyembuhkan) tapi antivirusnya belum ada,” tuturnya.
Lihat Juga :