Harga BBM dan Wabah Virus Korona

Jum'at, 15 Mei 2020 - 04:30 WIB
loading...
Harga BBM dan Wabah...
Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI. Foto: Dok SINDOnews
A A A
Tulus Abadi

Ketua Pengurus Harian YLKI

WABAH virus korona atau Covid-19 telah menjangkiti lebih dari 200 negara di dunia. Nyaris tak ada negara yang kebal dengan virus berasal dari Wuhan ini. Tidak kurang dari 3,2 juta manusia telah terinfeksi dan korban meninggal dunia lebih dari 250 ribu orang. Tragisnya, selain dampak fatalitas kesehatan, virus korona juga menimbulkan dampak mematikan di sektor ekonomi dan perdagangan. Salah satu komoditas perdagangan yang tersungkur oleh virus korona adalah minyak mentah dunia yang kini harganya ambyar di bawah 20 dolar Amerika Serikat per barel. Bahkan di pasar Amerika, harga minyak mentah terkoreksi sampai ke level minus, di bawah nol dolar Amerika Serikat. Memang rontoknya harga minyak mentah tidak 100 persen oleh pandemi Covid-19 saja, tetapi faktor lain juga, misalnya perang dagang (minyak) antara Arab Saudi dengan Rusia.

Klimaks dampak virus korona di sektor riil adalah rendahnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Lumpuhnya ekonomi global, baik di sektor industri, bisnis, jasa, maupun transportasi mengakibatkan rendahnya konsumsi BBM, turun hingga lebih dari 50 persen. Guna mendorong serapan BBM lebih tinggi, banyak negara melakukan “banting harga” terhadap BBM-nya. Contoh di Amerika Serikat, BBM dengan oktan number (RON) 87 hanya dijual USD28 per galon (3,8 liter) atau sekitar Rp2.500 per 1,25 liter. Di Negeri Jiran Malaysia, harga BBM dengan RON 97 harganya RM1,55 atau sekitar Rp5.425 per liter. Lalu, bagaimana dengan kebijakan harga BBM di Indonesia? Ada hak yang senada, yakni tuntutan agar pemerintah dan PT Pertamina menurunkan harga BBM.

Namun, pemerintah dan Dirut PT Pertamina hingga kini masih bergeming, belum menurunkan harga BBM. Alasannya, impor minyak mentah Pertamina masih menggunakan patokan harga dua bulan sebelumnya (Februari 2020), harganya masih berkisar USD50 per barel, menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah dan anjloknya konsumsi BBM antara 25-50 persen.

Lantas bagaimana kita menyikapi hal ini, baik pada perspektif turunnya harga minyak mentah dunia, wabah virus korona, ekonomi, dan bahkan kebijakan energi serta transportasi yang berkelanjutan? Jika rujukannya harga minyak mentah dunia (Mid Oil Plat of Singapore/MOPS) dan atau dampak ekonomi virus korona, maka tuntutan agar harga BBM di Indonesia diturunkan adalah masuk akal. Apalagi jika mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 62.K/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Penjualan Eceran BBM. Jika berbasis formulasi MOPS dan Kepmen ESDM No. 62/2020, menurut beberapa ahli ekonomi energi, BBM premium harganya berkisar Rp4.000-an/liter dan BBM nonsubsidi dengan RON 92 (pertamaks) berkisar Rp5.500-6.000/liter. Alamaak, murah nian?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
Gaza Dibanjiri Coklat...
Gaza Dibanjiri Coklat dan Minuman Ringan saat Bahan Bakar dan Obat-obatan Ditahan Israel
Perang Iran-AS Bikin...
Perang Iran-AS Bikin Warga Asia Ramai-Ramai Borong Mobil Listrik!
Rekomendasi
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved