PPNI Sebut 82,04% Perawat di Seluruh Indonesia Siap Divaksin Pertama
Jum'at, 08 Januari 2021 - 16:44 WIB
loading...
PPNI hari ini menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan mensukseskan program vaksinasi bertahap yang akan mulai dijalankan Pemerintah dalam waktu dekat. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) hari ini menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan mensukseskan program vaksinasi bertahap yang akan mulai dijalankan Pemerintah dalam waktu dekat.
(Baca juga: Ditanya Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Jokowi: Tunggu Izin BPOM)
Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan secara acak oleh PPNI sejak bulan Desember 2020 dan disebarkan secara online ke anggota PPNI di seluruh Indonesia, 82.04% dari total 1.700 responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh Pemerintah.
(Baca juga: 9 Hal yang Perlu Diketahui Dokter dan Pasien soal Vaksin Pfizer)
"Tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat, merupakan kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi virus Covid-19 karena kami bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan dibanding kelompok masyarakat lain. Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi," ungkap Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah dalam keterangan yang diterima Sindo Media, Jumat (8/1/2021).
(Baca juga: Dinas Kesehatan Gowa Lakukan Simulasi Vaksin Covid-19)
Harif menegaskan kesadaran akan pentingnya partisipasi tenaga kesehatan dalam program vaksinasi Covid-19. “Serta banyaknya disinformasi terkait vaksin di tengah masyarakat, mendorong kami untuk berinisiatif melakukan survei internal kepada seluruh perawat di Indonesia, baik yang bekerja di rumah sakit, Puskesmas, klinik swasta, maupun mereka yang praktek mandiri dan bekerja sebagai pengajar,” katanya.
(Baca juga: Ditanya Hari Pelaksanaan Vaksinasi, Jokowi: Tunggu Izin BPOM)
Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan secara acak oleh PPNI sejak bulan Desember 2020 dan disebarkan secara online ke anggota PPNI di seluruh Indonesia, 82.04% dari total 1.700 responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh Pemerintah.
(Baca juga: 9 Hal yang Perlu Diketahui Dokter dan Pasien soal Vaksin Pfizer)
"Tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat, merupakan kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi virus Covid-19 karena kami bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan dibanding kelompok masyarakat lain. Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi," ungkap Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah dalam keterangan yang diterima Sindo Media, Jumat (8/1/2021).
(Baca juga: Dinas Kesehatan Gowa Lakukan Simulasi Vaksin Covid-19)
Harif menegaskan kesadaran akan pentingnya partisipasi tenaga kesehatan dalam program vaksinasi Covid-19. “Serta banyaknya disinformasi terkait vaksin di tengah masyarakat, mendorong kami untuk berinisiatif melakukan survei internal kepada seluruh perawat di Indonesia, baik yang bekerja di rumah sakit, Puskesmas, klinik swasta, maupun mereka yang praktek mandiri dan bekerja sebagai pengajar,” katanya.
Lihat Juga :