Penegakan Hukum Melorot, Jokowi Mesti Hati-hati Pilih Kapolri

Rabu, 06 Januari 2021 - 08:13 WIB
loading...
Penegakan Hukum Melorot,...
Presiden Jokowi dinilai sudah semestinya berhati-hati memilih kapolri lantaran persepsi umum soal penegakan hukum yang merosot selama kepemimpinannya. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR mengaku belum menerima surat presiden (surpres) mengenai calon kapolri. Ketua Komisi III Herman Hery mengaku belum bisa menjawab isu pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada 1 Februari 2021, maupun kemungkinan perpanjangan masa jabatannya.

(Baca: Sebut Istana Gagas Paket Pergantian, IPW: Gatot Eddy Jadi Kapolri, Sigit Wakapolri)

Sekretaris Nasional Publik Interest Lawyer Network (Pilnet) Indonesia Erwin Natosmal Oemar menilai, presiden belum mengirim surat ke DPR lantaran masih terus menimbang-nimbang calon kapolri. Bagi Presiden Jokowi hal itu tidak mudah.

"Saya rasa Jokowi masih meraba-raba apakah calonnya pantas atau mendapatkan dukungan dari publik," jelas Erwin saat dihubungi SINDOnews, Rabu (6/1/2021).

(Baca: Isu Boy Rafli Amar Calon Kapolri, DPR: Belum Ada Surat Presiden)

Menurut Erwin, Jokowi harus memahami bahwa penilaian umum masyarakat mengenai penegakan hukum di periode kepemimpinannya mengalami degredasi yang cukup tajam dibandingkan para pendahulunya. Dengan begitu, untuk posisi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Jokowi mesti berhati-hati.

"Jadi Jokowi sedang hati-hati dan sedang menimbang-menimbang apakah calon yang didukungnya punya kapasitas untuk memastikan ide negara hukum tegak, namun sekaligus punya loyalitas politik kepadanya," ujarnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Whistleblower Dugaan Korupsi Pelabuhan: Ini Skandal Besar yang Harus Dibongkar!
Komisi III DPR: Anggota...
Komisi III DPR: Anggota Brimob Penganiaya Siswa MTs di Tual hingga Tewas Harus Diadili di Pengadilan Umum
Raker Komisi III DPR,...
Raker Komisi III DPR, PPATK Paparkan Evaluasi Kinerja 2025
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved