Susi Pudjiastuti Sedih Benih Lobster di Ekspor ke Luar Negeri

loading...
Susi Pudjiastuti Sedih Benih Lobster di Ekspor ke Luar Negeri
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sedih melihat benih lobster atau benur saat ini yang diperbolehkan diekspor ke luar negeri. Foto/SINDOnews
JAKARTA - KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap terkait dengan ekspor benih lobster atau benur. Dalam kronologisnya, kasus ini bermula ketika Edhy menerbitkan surat terkait perizinan usaha perikanan budidaya lobster.

Kebijakan Edhy membuka keran ekspor benur memang menuai pro kontra. Sebab, hal itu kontras dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Selama menjabat, Susi melarang keras ekspor benur. Dia mengaku sedih melihat potensi kekayaan laut Indonesia dilepas begitu saja. (Baca juga: Susi Pudjiastuti Tunggu Ajakan Makan Leonardo DiCaprio Ketimbang Tanggapi Edhy Prabowo)

“Sekarang tidak ada lagi penyelundupan, karena sekarang semua kan sudah legal, ya sudah, sedih saja saya. Lobster besar jadi tidak ada, karena benihnya sudah hilang dibawa ke Vietnam, di Vietnam sekarang mereka punya banyak lobster lebih besar,” ujar Susi dalam sesi wawancara, dikutip pada Kamis (26/11/2020). (Baca juga: Apresiasi Penangkapan Edhy Prabowo, Febridiansyah Juga Sindir KPK)

Padahal, kata Susi, dengan membiarkan lobster besar di laut akan memberi nilai tambah berkali lipat untuk para nelayan dan negara sendiri. Mengirim benur bahkan anakan lobster akan membuat negara kehilangan peluang keuntungan ekonomi yang lebih besar. “Sampai kapanpun biar aja lobster besar di laut, kita menangkap yang besar. Karena kalau besar harga jualnya akan lebih mahal, iya puluhan kali,” kata Susi. (Baca juga: Apresiasi Kinerja KPK, Fadli Zon: Moga Bisa Temukan Harun Masiku)

Saat ditanya pilihan mana yang lebih baik apabila lobster dibudidayakan dengan bantuan berbagai teknologi ketimbang dilepas di habitat aslinya di laut, Susi dengan tegas menjawab. “Saya pikir Tuhan membudidayakan di laut lebih baik daripada manusia. Saya tetap setuju Tuhan yang membudidayakan di laut dan manusia mengambil pada saat besar, itu saja. Lobster itu sebaiknya besar di laut, karena laut lebih baik untuk lobster,” kata Susi.

Ketegasan Susi melarang ekspor benur mengingatkan keberhasilan Kementerian KKP menyelamatkan 389.591 benih lobster dari upaya penyelundupan, bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, pada 2018 silam. “Jika berhasil diloloskan, kita bisa rugi Rp58,4 miliar. Saya sangat prihatin bila masyarakat harus menjual bibit seharga Rp3.000 per ekor ke pengepul, sementara kita bisa menghasilkan nilai lebih ketika menunggu lobster menjadi lebih besar,” ujar Susi saat itu.



(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top