Kemendagri Sebut Kerumunan Massa Akhir-Akhir Ini Mengkhawatirkan

Minggu, 22 November 2020 - 12:19 WIB
loading...
Kemendagri Sebut Kerumunan...
Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA menyebut banyaknya kerumunan yang muncul akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bina Adwil Kemendagri ) Safrizal ZA menyebut banyaknya kerumunan yang muncul akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, pada masa awal-awal pandemi Covid-19, kerumunan massa menjadi salah satu penyebab utama penyebaran.

Safrizal pun menyontohkan penyebaran Covid-19 pasca diselenggarakannya Tablig Akbar Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"Karena kerumunan kemarin sangat mengkhawatirkan. Dahulu Covid-19 itu mulai menyebar ke seluruh Indonesia karena kerumunan juga, yaitu kerumunan Gowa yang akhirnya menyebar," katanya dalam sebuah webinar, Minggu (22/11/2020). (Baca juga: Kapuspen TNI Koordinasi dengan Satgas COVID-19 soal Kerumunan di Stasiun dan Halte Transjakarta )

Terkait kasus kerumunan yang terjadi di Gowa, kata Safrizal, setelah ditelusuri lebih jauh lagi, sebanyak 50 orang dari total warga yang meninggal berasal dari kerumunan tersebut. Namun, dia tidak mendetailkan daerah mana yang disinggungnya.

"Bahkan di sebuah daerah itu dari 100 orang yang meninggal dunia, setengahnya karena terpapar di Gowa, yang acara Tabligh Akbar," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Kemendagri Beber Strategi...
Kemendagri Beber Strategi Cegah Penyelewengan Dana Desa
Latsar CPNS Kemendagri...
Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
BSKDN: Digitalisasi...
BSKDN: Digitalisasi Pemilu Tetap Berlandaskan Prinsip Dasar Demokrasi
Kemendagri: Jaga Desa...
Kemendagri: Jaga Desa Award Jadi Penguat Tata Kelola Desa Berintegritas
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved