Doni Monardo Ungkap Dampak Kerumunan terhadap Peningkatan Kasus COVID-19

loading...
Doni Monardo Ungkap Dampak Kerumunan terhadap Peningkatan Kasus COVID-19
Pertemuan Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret 2020. FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo meminta semua pihak mendapat pemahaman yang baik tentang ancaman virus corona. Pengetahuan akan bahaya COVID-19 harus terus ditingkatkan dan menjadi kesadaran setiap individu.

Hal tersebut disampaikan Doni di hadapan wartawan saat melakukan kunjungan kerja kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat pagi, 20 November 2020.

Doni menceritakan, pengalaman sebelumnya saat kegiatan pertemuan Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret 2020. Apa dampaknya? "Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar COVID-19. "Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan peserta dari Pulau Jawa," katanya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (20/11/2020). (Baca juga: Update Corona: Positif 488.310 Orang, 410.552 Sembuh, 15.678 Meninggal)

Pada Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel menyampaikan bahwa ada 2.000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari 2.000 itu, baru 900 orang yang melaporkan diri.



"Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu," ungkap Doni.

Oleh karenanya harus dipahami, COVID-19 adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa. Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid, (hipertensi, diabetes, jantung, ginjal dan sejumlah penyakit penyerta lainnya). (Baca juga: 77 Orang Positif COVID-19 dari Kluster Petamburan-Mega Mendung)

"Cara penularannya melalui droplet dan juga aerosol yaitu udara yang keluar pada saat kita berbicara. Makanya kita selalu diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga sering mencuci tangan supaya tangan kita tidak menyentuh bagian dari wajah. Ini yang harus kita perhatikan," kata Doni.



(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top