Kerja Berat Dongkrak Konsumsi di Tengah Pandemi dan Resesi
Sabtu, 14 November 2020 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimana pun, kerja cepat Satgas PEN menyalurkan anggaran stimulus patut diapresiasi. Semua pihak berharap dan mendorong Satgas PEN menyalurkan anggaran tepat sasaran dan tepat guna, sehingga pemulihan ekonomi bisa cepat terwujud. Selain itu, Satgas PEN pun diharapkan aktif memublikasikan progres kerjanya. Publikasi progres itu sangat penting untuk membangkitkan keyakinan semua elemen masyarakat tentang prospek perekonomian nasional. Masyarakat harus diyakinkan bahwa Indonesia mampu keluar dengan selamat dari perangkap pandemi dan resesi sekarang ini.
Penyaluran anggaran PEN dari klaster kesehatan dengan pagu Rp87,55 triliun dan klaster perlindungan sosial dengan pagu Rp203,9 triliun sejauh ini cukup efektif, sehingga ekses atau dampak pandemi Covid-19 tidak melebar ke aspek kehidupan lainnya. Kebutuhan pokok masyarakat cukup tersedia dan juga tidak terjadi gejolak harga. Khusus untuk penyaluran atau penyerapan pada klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM dan klaster pembiayaan korporasi, Satgas PEN diharapkan lebih bijak dan berhati-hati. Kalau diakumulasi, realisasi anggaran dari klaster insentif usaha dan klaster dukungan UMKM sudah lebih dari Rp120 triliun.
Target penyaluran pada tiga klaster ini hendaknya dikaitkan atau mempertimbangkan fakta tentang masih lemahnya konsumsi. Realisasi anggaran dari tiga klaster ini tak lain adalah stimulus untuk menjaga ketahanan sekaligus mencegah kebangkrutan perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan stimulus ini, baik korporasi maupun bisnis berskala UMKM diharapkan mulai berproduksi. Namun, realisasi anggaran PEN pada tiga klaster ini jangan sampai sia-sia karena konsumsi masyarakat yang masih sangat lemah seperti sekarang ini.
Penyaluran anggaran PEN dari klaster kesehatan dengan pagu Rp87,55 triliun dan klaster perlindungan sosial dengan pagu Rp203,9 triliun sejauh ini cukup efektif, sehingga ekses atau dampak pandemi Covid-19 tidak melebar ke aspek kehidupan lainnya. Kebutuhan pokok masyarakat cukup tersedia dan juga tidak terjadi gejolak harga. Khusus untuk penyaluran atau penyerapan pada klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM dan klaster pembiayaan korporasi, Satgas PEN diharapkan lebih bijak dan berhati-hati. Kalau diakumulasi, realisasi anggaran dari klaster insentif usaha dan klaster dukungan UMKM sudah lebih dari Rp120 triliun.
Target penyaluran pada tiga klaster ini hendaknya dikaitkan atau mempertimbangkan fakta tentang masih lemahnya konsumsi. Realisasi anggaran dari tiga klaster ini tak lain adalah stimulus untuk menjaga ketahanan sekaligus mencegah kebangkrutan perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan stimulus ini, baik korporasi maupun bisnis berskala UMKM diharapkan mulai berproduksi. Namun, realisasi anggaran PEN pada tiga klaster ini jangan sampai sia-sia karena konsumsi masyarakat yang masih sangat lemah seperti sekarang ini.
(zik)
Lihat Juga :