Hindari Penyimpangan, Pemerintah Harus Tetapkan Harga Tertinggi Vaksin

Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:19 WIB
loading...
Hindari Penyimpangan,...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Vaksin Covid-19 belum ada yang selesai uji klinisnya, tetapi perdebatan tentang kehalalan hingga harga sudah menghangat di Indonesia. Pemerintah pun diminta mengatur harga agar terjangkau oleh masyarakat.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kurniasih Mufidayati mengatakan, vaksin ini harus diberikan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Itu hukumnya wajib. (Baca juga:Pastikan Harga Vaksin Terjangkau)

Untuk yang melakukan mandiri atau masyarakat yang mampu membayar, maka pemerintah harus menetapkan harga tertinggi. Hal ini untuk mencegah kekacauan, seperti harga rapid tes dan polymerase chain reaction (PCR).

“Itu kan dua kali suntikan. Bisa dibayangkan satu kalinya Rp200.000, dua kali suntikan sudah Rp400.000. Untuk makan saja, rakyat sudah susah. Apalagi daerah pelosok, uang Rp400.000 itu sangat berarti, seperti di Papua. Di Jawa yang pelosok, Rp400.000 juga sangat berarti,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Senin malam (26/10/2020). (Baca juga:Presiden Jokowi: Vaksinasi COVID-19 Dilakukan Secara Bertahap)

Sebelum reses, Komisi IX DPR sudah meminta Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) untuk menghitung secara benar harga vaksin. Pemerintah diminta segera “memarkirkan” anggaran yang cukup untuk pengadan vaksin. (Baca juga:Jokowi Minta Pengadaan dan Vaksinasi COVID-19 Tak Tergesa-gesa)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
DPR Bersama Serikat...
DPR Bersama Serikat Pekerja IMPPI Bahas Penguatan Perlindungan PMI
846 Rumah Sakit Pemerintah...
846 Rumah Sakit Pemerintah Masih Minim Sarana dan Prasarana
Dukung Penghapusan Tunggakan...
Dukung Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto: Langkah Progresif
Penyakit Ancam Pengungsi,...
Penyakit Ancam Pengungsi, Kemenkes Diminta Kirim Nakes ke Lokasi Bencana
Kemenkes: Masih Ada...
Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
Rapat Kerja Komisi IX...
Rapat Kerja Komisi IX DPR Bahas Validasi Data PBI JKN bersama Tiga Menteri
Rekomendasi
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Berita Terkini
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Infografis
Berikut 5 Fakta Vaksin...
Berikut 5 Fakta Vaksin Indovac yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved