Pilkada: Vaksin ataukah Virus Pandemi Korupsi?

Senin, 26 Oktober 2020 - 05:42 WIB
loading...
A A A
Dalam hal pencalonan kepala daerah, pasangan calon yang diusung idealnya adalah dari kader parpol. Penelitian KPK menjelaskan biaya mahar untuk parpol tinggi karena kebanyakan pasangan calon bukan kader. Namun dalam sistem demokrasi yang liberal seperti saat ini—di mana masyarakat pemilih masih menunggu “serangan fajar”––, parpol pun realistis memilih pasangan calon, yakni yang memiliki elektabilitas tinggi atau memiliki modal untuk membiayai pesta demokrasi. Maka sirnalah arti kaderisasi parpol. Bahkan kemudian lahirlah diaspora politik, yakni kader parpol yang satu pindah dan didukung oleh parpol lain, begitu pun sebaliknya. Untuk itu perlu perbaikan dua hal: pertama, syarat untuk mencalonkan harus dari kader parpol yang usia kaderisasi sudah cukup lama, kedua, perlunya peningkatan biaya pembinaan bagi parpol.

Adapun pemilih pilkada haruslah dipersyaratkan memiliki kedewasaan politik yang cukup. Selama ini diatur, pemilih adalah mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas dan/atau telah menikah. Ukuran itu perlu ditinjau ulang. Mengapa? Karena faktor pendidikan dan kemampuan ekonomi yang menjadi pengaruh besar integritas pemilih tidak diukur sedikit pun. Ke depan perlu dipikirkan untuk mencari indikator syarat pemilih berintegritas, misalnya dengan mendasarkan pada “pemenuhan kewajiban pajak”. Asumsinya, warga negara yang telah memenuhi kewajibannya kepada negara berhak untuk memilih pemimpinnya. Pajak juga indikator kemampuan ekonomi. Warga yang kemampuan ekonominya sudah cukup dianggap punya integritas untuk memilih karena saat terjadi serangan politik uang, ia cukup kuat untuk menjaganya.

Vaksin ataukah Virus Korupsi?
Hanya dengan menjamin pilkada berintegritas kita mampu mencegah pilkada menjadi kluster pandemi korupsi. Jika tidak, siap-siaplah akan terbentuk kluster pandemi korupsi baru. Inilah masalah bersama bangsa yang tidak dapat dibebankan hanya dengan penegakan hukum. Penangkapan demi penangkapan koruptor, selama persoalan tidak diselesaikan dari hulu dan secara sistemik, akhirnya angka pemberantasan korupsi hanya menjadi angka semu yang tidak menyelesaikan persoalan pemberantasan korupsi.

Perlu diingat biaya Pilkada 2020 ini mencapai Rp15,195 triliun. Kita semua berharap biaya tersebut merupakan ongkos untuk membeli “vaksin” antikorupsi, yaitu menemukan kepala daerah berintegritas yang mampu melayani dan mendorong kemajuan daerahnya. Sebaliknya bukan biaya untuk membeli “virus” pemicu pandemi korupsi karena proses pilkadanya yang rusak. Alih-alih memilih aparat pejabat publik yang melayani rakyat, bisa jadi yang terpilih justru penjahat publik yang siap untuk memperdagangkan kewenangan, aset, dan fasilitas publik.

(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Cerita Kepala...
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Lapor Orang Terdekat Presiden Menyeleweng
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
Tokoh Nahdlatul Ulama:...
Tokoh Nahdlatul Ulama: Muktamar NU Harus Bebas dari Politik Uang
Kepala Daerah Dipilih...
Kepala Daerah Dipilih DPRD Bakal Menghapus Politik Uang? Siti Zuhro: Bohong
Tegas! Prabowo Minta...
Tegas! Prabowo Minta Pejabat yang Tak Sanggup Emban Jabatan Mundur
PPI Dunia Soroti Unjuk...
PPI Dunia Soroti Unjuk Rasa Berdarah dan Korupsi Akut di Indonesia
Profil Zhao Weiguo,...
Profil Zhao Weiguo, Mantan Komisaris Tsinghua Group yang Dihukum Mati Pemerintah China karena Korupsi
Profil Aleksandar Vucic,...
Profil Aleksandar Vucic, Presiden Serbia yang Didemo 1 Juta Warganya karena Kasus Korupsi
Rekomendasi
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
Berita Terkini
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved