Target Ganda Vaksinasi Corona: Kekebalan Kelompok dan Pemulihan

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:37 WIB
loading...
A A A
Data Covid-19 di dalam negeri sudah sangat jelas menunjukan bahwa Pulau Jawa menjadi episentrum penularan. Data resmi Satgas Covid-19 menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen kasus tercatat di Jawa.Banyak klaster baru Covid-19 bermunculan di daerah industri dan pusat-pusat kegiatan bisnis, baik di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Data dan kecenderungan ini menjadi alasan yang kuat dan masuk akal untuk memrioritaskan vaksinasi di Jawa. Faktor strategis lainnya yang patut digarisbawahi adalah fakta bahwa kontribusi Pulau Jawa terhadap produk domestik bruto nasional mencapai 59%. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Jawa 5,52%, dengan kontributor utamanya Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pemulihan ekonomi butuh kepastian baru. Dan, kehadiran vaksin corona harus mampu menumbuhkan harapan dan mewujudkan kepastian baru itu. Selama berbulan-bulan berbagai upaya telah ditempuh untuk mengendalikan penularan Covid-19. Semua upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal, karena nyatanya jumlah kasus terus bertambah. Fakta ini memperpanjang ketidakpastian. Hadirnya vaksin corona menjadi satu-satunya andalan dan harapan untuk memutus rantai penularan Covid-19, sekaligus mewujudkan kepastian baru.

Menjadi sangat ideal jika vaksinasi tidak sekadar mewujudkan kekebalan kelompok. Akan sangat produktif jika vaksinasi corona juga bisa menjadi faktor pendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Untuk tujuan strategis itu, disarankan Menteri Kesehatan juga berkoordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Berita Terkini
Dukung Dokter Tifa di...
Dukung Dokter Tifa di PN Jaktim, Roy Suryo Soroti Tersangka yang Dapat Restorative Justice
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Infografis
240 Target Militer Ukraina...
240 Target Militer Ukraina Dihantam Rudal dan Artileri Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved