Partai Ummat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Figur Amien Rais
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 09:13 WIB
loading...
Amien Rais akhirnya mengumumkan partai besutannya, Partai Ummat, pada Kamis (1/10/2020). Ini menjawab teka-teki yang selama ini menyelimuti sikap politiknya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Amien Rais akhirnya mengumumkan nama partai besutannya, Partai Ummat, pada Kamis (1/10/2020). Ini menjawab teka-teki yang selama ini menyelimuti sikap politiknya, apakah bertahan di Partai Amanat Nasional (PAN) atau hengkang.
(Baca juga: Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang)
Partai Ummat ini berasaskan Islam. Amien dan para loyalisnya seperti ingin menyasar pangsa pasar Umat Islam dan tentu saja, Muhammadiyah. Pengamat politik Idil Akbar mengatakan segmentasi itu lazim.
(Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat)
Namun, elite partai harus berhati-hati karena kadang membuat partai tidak leluasa mengail suara pemilih lain. Dosen Universitas Padjajaran itu menyebut PAN itu disokong oleh massa Muhammadiyah dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki basis massa dari kaum Nahdliyin.
"Sosok Amien Rais tidak bisa dipisahkan dari Muhammadiyah. Itu akan menjadi persoalan karena irisan yang sama akan berdampak besar bagi PAN dan Partai Ummat," kata Idil Akbar saat dihubungi SINDOnews, Jumat (2/10/2020).
Amien Rais sepertinya tak bisa lagi bertahan di partai yang didirikannya. Amien dan kubu Zulkifli Hasan, yang berkuasa di PAN, diketahui sudah lama tidak sejalan. Amien ingin PAN menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan Zulkifli ingin berada di barisan penguasa.
(Baca juga: Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang)
Partai Ummat ini berasaskan Islam. Amien dan para loyalisnya seperti ingin menyasar pangsa pasar Umat Islam dan tentu saja, Muhammadiyah. Pengamat politik Idil Akbar mengatakan segmentasi itu lazim.
(Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat)
Namun, elite partai harus berhati-hati karena kadang membuat partai tidak leluasa mengail suara pemilih lain. Dosen Universitas Padjajaran itu menyebut PAN itu disokong oleh massa Muhammadiyah dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki basis massa dari kaum Nahdliyin.
"Sosok Amien Rais tidak bisa dipisahkan dari Muhammadiyah. Itu akan menjadi persoalan karena irisan yang sama akan berdampak besar bagi PAN dan Partai Ummat," kata Idil Akbar saat dihubungi SINDOnews, Jumat (2/10/2020).
Amien Rais sepertinya tak bisa lagi bertahan di partai yang didirikannya. Amien dan kubu Zulkifli Hasan, yang berkuasa di PAN, diketahui sudah lama tidak sejalan. Amien ingin PAN menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan Zulkifli ingin berada di barisan penguasa.
Lihat Juga :