Tambang untuk Ormas Keagamaan, Amien Rais Tuding Muhammadiyah Sudah Kepincut Urusan Dunia
Sabtu, 27 Juli 2024 - 16:39 WIB
loading...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995-1998, Amien Rais menyebut Muhammadiyah terpincut urusan dunia karena dikabarkan menerima tawaran mengelola tambang. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995-1998 Mohammad Amien Rais sempat bangga ketika lembaga yang pernah ia pimpin menolak konsesi tambang bagi ormas keagamaan yang diberikan pemerintah. Namun belakangan santer terdengar Muhammadiyah menerimanya.
"Yang semula tawaran memperoleh izin pengelolaan tambang batubara itu ibarat kail berbisa atau beracun dijauhi oleh Muhammadiyah, Muhammadiyah tidak mau ya, sangat sensitif itu, tahu akibatnya, jadi kita waktu (itu) bangga," kata Amien Rais melalui tayangan YouTube aku pribadinya, Sabtu (27/7/2024).
Bapak Reformasi itu menganggap perubahan sikap Muhammadiyah karena kepincut tentang urusan dunia. Karena itu, agar terhindar dari urusan duniawi, Amien Rais menyarankan sebaiknya Muhammadiyah menolak tawaran izin tambang tersebut.
"Namun karena kepincut dengan keduniaan akhirnya kail berbahaya itu ditelan oleh Muhammadiyah. Nah ini kail itu sudah ada dalam rongga mulut Muhammadiyah, tapi insyaAllah belum melewati kerongkongan. Kalau Muhammadiyah mau, kail beracun yang pasti akan merusak Muhammadiyah itu masih bisa dimuntahkan kembali," katanya.
"Yang semula tawaran memperoleh izin pengelolaan tambang batubara itu ibarat kail berbisa atau beracun dijauhi oleh Muhammadiyah, Muhammadiyah tidak mau ya, sangat sensitif itu, tahu akibatnya, jadi kita waktu (itu) bangga," kata Amien Rais melalui tayangan YouTube aku pribadinya, Sabtu (27/7/2024).
Bapak Reformasi itu menganggap perubahan sikap Muhammadiyah karena kepincut tentang urusan dunia. Karena itu, agar terhindar dari urusan duniawi, Amien Rais menyarankan sebaiknya Muhammadiyah menolak tawaran izin tambang tersebut.
"Namun karena kepincut dengan keduniaan akhirnya kail berbahaya itu ditelan oleh Muhammadiyah. Nah ini kail itu sudah ada dalam rongga mulut Muhammadiyah, tapi insyaAllah belum melewati kerongkongan. Kalau Muhammadiyah mau, kail beracun yang pasti akan merusak Muhammadiyah itu masih bisa dimuntahkan kembali," katanya.
Lihat Juga :