Kemenag Buka Seleksi Mahasiswa ke Al-Azhar 2025, Catat Jadwalnya
Kamis, 01 Mei 2025 - 16:07 WIB
loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno mengatakan, Kemenag resmi membuka pendaftaran seleksi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, tahun akademik 2025. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka pendaftaran seleksi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir , tahun akademik 2025. Seleksi ini diperuntukkan bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, dan satuan pendidikan muadalah yang memenuhi kriteria.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan, program ini bukan hanya soal beasiswa atau pengiriman pelajar semata, tetapi merupakan ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi ulama intelektual yang berwawasan global dan mampu menjawab tantangan zaman.
"Universitas Al-Azhar adalah simbol otoritas keilmuan Islam dunia. Dengan mengirim putra-putri terbaik bangsa ke sana, kita sedang menanam benih pemimpin masa depan yang mampu menjadi rujukan dalam menjembatani tradisi Islam klasik dengan dinamika peradaban modern," kata Suyitno di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Program seleksi ini bukan sekadar pengiriman pelajar, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM unggul dan religius. Dengan menanamkan akar keilmuan yang kuat di pusat-pusat peradaban Islam dunia, Indonesia memperkuat fondasi kepemimpinan keagamaan masa depan.
"Kami percaya, lulusan Al-Azhar akan menjadi bagian penting dari wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan mencerahkan," katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa proses seleksi akan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Ia menegaskan bahwa para peserta akan diseleksi secara ketat oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi dalam pengembangan bahasa dan akademik.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan, program ini bukan hanya soal beasiswa atau pengiriman pelajar semata, tetapi merupakan ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi ulama intelektual yang berwawasan global dan mampu menjawab tantangan zaman.
"Universitas Al-Azhar adalah simbol otoritas keilmuan Islam dunia. Dengan mengirim putra-putri terbaik bangsa ke sana, kita sedang menanam benih pemimpin masa depan yang mampu menjadi rujukan dalam menjembatani tradisi Islam klasik dengan dinamika peradaban modern," kata Suyitno di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Program seleksi ini bukan sekadar pengiriman pelajar, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM unggul dan religius. Dengan menanamkan akar keilmuan yang kuat di pusat-pusat peradaban Islam dunia, Indonesia memperkuat fondasi kepemimpinan keagamaan masa depan.
"Kami percaya, lulusan Al-Azhar akan menjadi bagian penting dari wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan mencerahkan," katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa proses seleksi akan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Ia menegaskan bahwa para peserta akan diseleksi secara ketat oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi dalam pengembangan bahasa dan akademik.
Lihat Juga :