Ogoh-ogoh Muka Donald Trump Jadi Simbol Kritik di May Day Depan DPR
Kamis, 01 Mei 2025 - 16:45 WIB
loading...
Ogoh-ogoh dalam bentuk muka Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul di perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang berlangsung di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Foto/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Ogoh-ogoh dalam bentuk muka Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul di perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Diungkap Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno, ogoh-ogoh tersebut melambangkan sosok kepala negara imperialis kapitalis yang banyak merugikan masyarakat di berbagai negara.
"Jadi itu menyimbolkan Trump sebagai kepala negara, khususnya adalah negara imperialis atau negara kapitalis. Yang mereka dengan mudah bisa mengatur ekonomi dunia dengan keputusan-keputusannya yang dibuat," kata Sunarno.
"Sehingga banyak yang merugikan negara-negara miskin, negara-negara dunia ketiga. Seperti negara Indonesia dan negara-negara Afrika, ASEAN, Asia, Afrika Selatan, Amerika Selatan. Mereka banyak yang dirugikan dari kebijakan Donald Trump," tambahnya.
Baca juga: KASBI Pilih Demo di DPR: Belum Saatnya Bermesra dengan Pemerintah
Sunarno menyebut Trump merupakan sosok hanya berkepentingan untuk mengamankan negaranya sendiri dan mengesampingkan masyarakat di negara lain. Ia menekankan bahwa buruh mengutuk keras kebijakan kapitalis Trump.
"Artinya kami ini kritik kepada negara-negara kapitalis. Yang hanya demi keuntungan mereka mengorbankan rakyat miskin di seluruh dunia, termasuk kelas buruh," ungkapnya.
"Jadi itu menyimbolkan Trump sebagai kepala negara, khususnya adalah negara imperialis atau negara kapitalis. Yang mereka dengan mudah bisa mengatur ekonomi dunia dengan keputusan-keputusannya yang dibuat," kata Sunarno.
"Sehingga banyak yang merugikan negara-negara miskin, negara-negara dunia ketiga. Seperti negara Indonesia dan negara-negara Afrika, ASEAN, Asia, Afrika Selatan, Amerika Selatan. Mereka banyak yang dirugikan dari kebijakan Donald Trump," tambahnya.
Baca juga: KASBI Pilih Demo di DPR: Belum Saatnya Bermesra dengan Pemerintah
Sunarno menyebut Trump merupakan sosok hanya berkepentingan untuk mengamankan negaranya sendiri dan mengesampingkan masyarakat di negara lain. Ia menekankan bahwa buruh mengutuk keras kebijakan kapitalis Trump.
"Artinya kami ini kritik kepada negara-negara kapitalis. Yang hanya demi keuntungan mereka mengorbankan rakyat miskin di seluruh dunia, termasuk kelas buruh," ungkapnya.
(rca)
Lihat Juga :