Pilkada yang Tak Dirindukan

Kamis, 01 Oktober 2020 - 22:10 WIB
loading...
A A A
Tak ada solusi cerdas selain menunda pelaksanaan pilkada. Opsi ini memang ekstrem sebagai upaya menyelamatkan kemanusiaan. Hak eksklusif individu yang bergairah hidup di dunia. Ya, hak hidup yang seutuhnya perlu dilindungi negara. Jangan hanya urusan pilkada lalu keselamatan jiwa dipertaruhkan. Secara tak langsung pilkada memaksa orang ke luar rumah menyabung nyawa datang ke TPS demi sesuatu yang tak terlampau berdampak bagi kehidupan mereka.

Jika pilkada tetap diselenggarakan awal Desember, tentunya butuh rekayasa politik (political engeenering) guna mengamputasi sebaran virus. Misalnya dengan voting virtual. Pemilih bisa memilih dari mana saja agar terhindar dari kerumunan. Problemnya, opsi ini tak diatur dalam regulasi pilkada. Termasuk pula soal public distrust dengan sistem virtual yang mudah diretas serta anggaran yang pastinya membengkak. Tawaran ini paling rasional untuk meminimalkan penularan wabah. Ribet dan ongkosnya mahal memang. Tapi harus dicoba.

Solusi cerdas lain misalnya dengan mencoblos via petugas pos keliling. Setiap orang yang selesai mencoblos langsung menitipkan kertas suara melalui jasa pos yang diantar ke TPS setempat. Ada petugas pos yang dipercaya menjemput suara pemilih. Opsi ini terlihat mudah meski praktiknya rumit. Banyak hal yang bisa diupayakan untuk menekan risiko bahaya sebaran virus. Tinggal political will penyelenggara dan pemerintah melakukan upaya alternatif selain model pencoblosan konvensional.

Sekali lagi, rekayasa politik perlu dilakukan sebagai upaya mengurangi penularan virus serta menekan laju golput. Perlu diingat, persoalan memilih (voter turnout) di Indonesia perkara sunah, bukan kewajiban. Pemilih tak wajib datang ke TPS. Berbeda dengan Australia yang memberikan sanksi bagi warga yang tak menggunakan hak pilihnya.

Apalagi, banyak orang yang masih menganggap pilkada sebagai "barang umum" yang bisa dinikmati siapa pun. Jadi, produk pilkada seperti kepala daerah dan kebijakan politiknya, bukan hanya dinikmati mereka yang datang mencoblos, melainkan juga berlaku bagi mereka yang golput tak mencoblos. Aspek psikologis ini bisa memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih.

Pilkada tinggal menghitung hari. Kurang lebih menyisakan waktu dua bulan. Butuh ikhtiar serius untuk mengubah pilkada yang tak dirindukan menjadi pilkada mengesankan yang bakal dikenang sejarah, yakni pilkada sukses di tengah pandemi. Atau tetap menjadi pilkada yang paling banyak dikutuk sepanjang masa. Semuanya itu tergantung pemerintah, DPR, dan penyelenggara pilkada.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Antisipasi Kerawanan...
Antisipasi Kerawanan Pilkada 2024, Polda Riau Turun ke Kuansing
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Rekomendasi
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved