Doni Monardo: Vaksin Tidak Serta Merta Menghentikan Covid-19

loading...
Doni Monardo: Vaksin Tidak Serta Merta Menghentikan Covid-19
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, vaksin tidak serta merta menghentikan Covid-19. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan ancaman pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dan manusia akan terus menjadi perantara.

Perlu juga diingat juga, jika vaksin telah diberikan maka tidak berarti kemudian seseorang tidak tertular dan menghentikan Covid-19. Akan tetapi dengan vaksin, seseorang memiliki kekebalan tubuh lebih kuat dalam merespon dan melawan adanya infeksi virus. (Baca juga: Update COVID-19: Positif 275.213 Orang, 203.014 Sembuh dan 10.386 Meninggal)

Dalam hal ini, pemberian vaksin pada tahap awal juga akan diutamakan bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan mulai dari lansia, penderita penyakit komorbid dan tenaga medis serta kesehatan. “Yang disuntik atau yang divaksinasi itu orang-orang yang berisiko dulu. Tenaga kesehatan, perawat, dokter dan juga mereka yang berisiko tinggi memiliki komorbid,” kata Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan bersama Pemerintah Provinsi Aceh, di Aceh melalui siaran pers yang diterima Sindo Media, Minggu (27/9/2020).

“Namun sekali lagi, vaksin ini tidak serta merta menghentikan Covid-19. Covid-19 nya ada terus, yang divaksin ini bisa tahan, sementara yang tidak divaksin tetap saja nanti bisa menjadi terpapar Covid-19,” imbuhnya. (Baca juga: Total Korban Meninggal Akibat Covid-19 Capai 10.386 Orang)



Oleh sebab itu sekali lagi Doni menegaskan bahwa Covid-19 berbahaya dan manusia dapat menjadi lebih berbahaya sebagai perantara utama virus. “Covid-19 berbahaya, tetapi manusia yang menjadi carrier atau membawa virus Covid-19 itu jauh lebih berbahaya. OTG ini adalah silent killer, ini adalah pembunuh potensial. Kalau mereka masih berada di luar, mereka sendiri tidak sadar, dia pergi kemana-mana, kemudian ketemu dengan keluarganya, saudaranya, orang yang dicintainya dan secara tidak langsung menulari. Ini yang berbahaya,” pungkas Doni. (Baca juga: Sebanyak 3,2 Juta Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Covid-19)

Pemerintah juga telah memberi imbauan untuk masyarakat agar tetap berada di rumah, namun hal itu pun menjadi tidak efektif ketika salah satu anggota keluarga tidak patuh menjaga protokol kesehatan dan tidak hati-hati. Dengan kata lain, virus Covid-19 akan terus mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
(cip)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top