Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB
loading...
A A A
Sejarah mengajarkan bahwa Inggris dan Uni Soviet pernah mengalaminya. Pertanyaannya kini adalah apakah Amerika Serikat sedang berjalan di jalur yang sama? Sementara Washington sibuk mengelola krisis di Teluk Persia, Beijing memiliki ruang strategis yang semakin luas untuk memperkuat posisinya di Indo-Pasifik. Dalam geopolitik, perhatian adalah sumber daya yang terbatas. Setiap fokus pada satu kawasan berarti mengurangi perhatian pada kawasan lain.

Perang dengan Iran telah menunjukkan keterbatasan doktrin maximum pressure AS. Tekanan ekonomi bertahun-tahun belum mampu menjatuhkan rezim. Operasi militer belum menghasilkan stabilitas.

Diplomasi yang ditinggalkan justru kembali menjadi tujuan yang ingin diraih. Realitasnya, perang dimulai dengan ambisi mengubah Timur Tengah. Namun yang tersisa hanyalah upaya mengembalikan keadaan seperti semula.

Sejarah tentu akan mencatat berapa banyak rudal yang ditembakkan, berapa banyak pangkalan yang dihancurkan, dan berapa banyak sanksi ekonomi yang dijatuhkan. Tetapi, sejarah juga akan bertanya sesuatu yang lebih mendasar adalah apakah semua itu membuat dunia menjadi lebih aman? Jika jawabannya tidak, maka legacy perang ini bukanlah kemenangan strategis, melainkan pelajaran mahal tentang keterbatasan kekuatan.

Pungkasannya, sejarah sedang menguji Amerika Serikat (AS) bukan pada kemampuan memenangkan perang, melainkan pada kebijaksanaan untuk mengetahui kapan perang tidak lagi mampu menghasilkan kemenangan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Rekomendasi
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved