Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB
loading...
A A A
Amerika Serikat tentu saja tidak dapat menerima keadaan tersebut. Namun, pilihan yang tersedia sama-sama mahal. Blokade laut dan pengeboman tambahan kecil kemungkinannya memaksa Iran menyerah.

Sebaliknya, operasi darat hampir mustahil dilakukan tanpa mengulang trauma Irak dan Afghanistan. Amerika Serikat mengetahui harga perang. Yang belum pasti adalah apakah AS masih bersedia membayarnya. Ada perubahan lain yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Selama bertahun-tahun dunia mengukur ancaman Iran melalui jumlah sentrifugal nuklirnya. Kini ancaman itu telah bergeser menuju teknologi drone, rudal presisi, dan peperangan asimetris. Perang ini memperlihatkan bahwa negara yang secara ekonomi dibatasi ternyata tetap mampu mengembangkan kemampuan militer yang membuat kekuatan terbesar dunia harus berpikir dua kali.

Iran telah menunjukkan kemampuannya menjangkau pangkalan-pangkalan Amerika, fasilitas energi negara-negara Teluk, hingga infrastruktur strategis kawasan. Serangan yang menewaskan dua personel militer AS di Yordania menjadi pengingat bahwa perang tidak pernah benar-benar memiliki garis depan yang jelas.

Yang lebih mencemaskan Pentagon adalah masa depan. Dengan dukungan teknologi Rusia dan China, kemampuan rudal Iran diperkirakan akan terus berkembang.

Lebih jauh, Iran bukan sekadar sebuah rezim. Ia adalah negara dengan tradisi peradaban ribuan tahun, nasionalisme yang mengeras setiap kali menghadapi ancaman eksternal, dan masyarakat yang berkali-kali membuktikan bahwa tekanan asing justru memperkuat solidaritas domestik dan membawa mereka berkumpul di bawah bendera. Karena itu, setiap strategi yang hanya bertumpu pada tekanan eksternal berisiko menghasilkan efek sebaliknya.

Namun, biaya terbesar perang ini mungkin justru tidak berada di Timur Tengah. Ia berada ribuan kilometer di sebelah timur: Indo-Pasifik. Laporan berbagai kalangan pertahanan menunjukkan bahwa dalam beberapa minggu pertama perang, Amerika telah menghabiskan sekitar 30 persen stok rudal jelajah Tomahawk dan hampir separuh pencegat Patriot. Persenjataan yang sebelumnya dipersiapkan untuk kemungkinan konflik di Selat Taiwan kini habis di Timur Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Rekomendasi
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved