Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Senin, 20 Juli 2026 - 18:44 WIB
loading...
Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Perang berkepanjangan Amerika Serikat (AS) versus Iran dinilai bukan lagi sekadar konfrontasi bilateral melainkan menjadi indikator utama pergeseran tatanan geopolitik global dari sistem unipolar menuju multipolar. Kondisi tersebut memperlihatkan semakin melemahnya efektivitas lembaga internasional dalam menjaga stabilitas keamanan dunia.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Webinar Global Insight Forum (GIF) bertajuk "Perang AS–Iran dan Masa Depan Perdamaian Global: Menakar Dinamika Geopolitik, Efektivitas PBB, dan Strategi Penyelesaian Konflik" yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (18/7/2026).
Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah menjelaskan bahwa eskalasi konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan menunjukkan bahwa penyelesaian konflik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga dipengaruhi kepentingan geoekonomi, keamanan energi, serta persaingan kekuatan besar.
Baca juga: Awas! Perang AS-Iran Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Melejit
“Berbagai inisiatif diplomasi yang telah ditempuh belum menghasilkan penyelesaian permanen karena masih rendahnya tingkat kepercayaan antarpihak serta terbatasnya efektivitas mekanisme internasional dalam mengelola konflik,” ujar Teuku.
Senada Kepala Program Studi Kewilayahan Timur Tengah Universitas Indonesia Dr Mulawarman Hannase. Dia menilai konflik di Timur Tengah telah mengalami transformasi mendasar.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Webinar Global Insight Forum (GIF) bertajuk "Perang AS–Iran dan Masa Depan Perdamaian Global: Menakar Dinamika Geopolitik, Efektivitas PBB, dan Strategi Penyelesaian Konflik" yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (18/7/2026).
Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah menjelaskan bahwa eskalasi konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan menunjukkan bahwa penyelesaian konflik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga dipengaruhi kepentingan geoekonomi, keamanan energi, serta persaingan kekuatan besar.
Baca juga: Awas! Perang AS-Iran Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Melejit
“Berbagai inisiatif diplomasi yang telah ditempuh belum menghasilkan penyelesaian permanen karena masih rendahnya tingkat kepercayaan antarpihak serta terbatasnya efektivitas mekanisme internasional dalam mengelola konflik,” ujar Teuku.
Senada Kepala Program Studi Kewilayahan Timur Tengah Universitas Indonesia Dr Mulawarman Hannase. Dia menilai konflik di Timur Tengah telah mengalami transformasi mendasar.
Lihat Juga :