Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:52 WIB
loading...
A A A
Agenda swasembada pangan, energi, dan air dalam RPJMN 2025-2029 dapat dibaca sebagai bentuk kontemporer zelfbestuur (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2025). Pada tingkat masyarakat, koperasi menjadi instrumen agar warga tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga pelaku ekonomi yang mengorganisasikan sumber dayanya secara kolektif.
Dengan demikian, zelfbestuur bekerja pada dua tingkat.

Pada tingkat nasional, ia berarti kedaulatan atas arah pembangunan. Pada tingkat sosial, ia berarti kemampuan masyarakat menentukan agenda kesejahteraan dan membangun daya tahan ekonominya sendiri.

Bernstein dan Kekosongan Agenda Kelas Menengah
Pemikiran Eduard Bernstein membantu menjelaskan bagaimana transformasi sosial dapat berlangsung melalui reformasi kelembagaan yang bertahap. Demokrasi, kebijakan sosial, koperasi, perlindungan pekerja, dan perluasan hak warga dapat memperbaiki relasi masyarakat dengan negara dan pasar tanpa menunggu keruntuhan sistem secara mendadak (Bernstein, 1899/1993).

Pemerintahan Prabowo-Gibran telah membangun fondasi penting bagi kelompok rentan. Namun, arsitektur negara kesejahteraan belum lengkap apabila perlindungan dasar tidak diikuti strategi memperkuat kelas menengah. Kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35% penduduk serta menyumbang 81,49% konsumsi masyarakat pada 2024 (Badan Pusat Statistik, 2024). Mereka adalah bantalan permintaan domestik, sumber tenaga profesional, basis kewirausahaan, dan penopang stabilitas demokrasi.

Masalahnya, sebagian kelompok ini berada dalam posisi missing middle: terlalu tinggi untuk menjangkau banyak bantuan yang sangat tertarget, tetapi belum cukup kuat menanggung kehilangan pekerjaan, biaya perumahan, pendidikan, kesehatan, atau perawatan keluarga. World Bank juga menilai penciptaan pekerjaan Indonesia masih terkonsentrasi pada kegiatan bernilai tambah rendah, sedangkan pekerjaan berproduktivitas tinggi dan berupah baik tumbuh terlalu lambat (World Bank, 2026).

Agenda berikutnya karena itu perlu menggabungkan proteksi dan mobilitas. Pertama, penciptaan pekerjaan berkualitas melalui industrialisasi bernilai tambah, jasa modern, peningkatan keterampilan, dan kepastian regulasi.

Kedua, perlindungan terhadap guncangan melalui perumahan terjangkau, transportasi publik, jaminan kehilangan pekerjaan, kesehatan, serta dukungan pengasuhan. Ketiga, pembentukan aset melalui pembiayaan produktif, digitalisasi usaha, dan kebijakan pajak yang adil serta dapat diprediksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Rekomendasi
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 16: Keputusan Mengejutkan Mila di Tengah Perebutan Harta Warisan!
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
Berita Terkini
KPK Geledah Kantor Suhardiman...
KPK Geledah Kantor Suhardiman Amby hingga Rumah Tersangka Kasus Bupati Kuansing
PM Modi: India Siap...
PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
PNM Buka Lapangan Kerja...
PNM Buka Lapangan Kerja bagi Puluhan Ribu Lulusan SMA-SMK dari Keluarga Prasejahtera
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas RI-India, Prabowo Dukung Pembangunan Pelabuhan di Andaman dan Nikobar
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved