Relaksasi PSBB Makin Picu Transmisi Lokal

Selasa, 05 Mei 2020 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Sengkarut penanganan Covid-19 makin menjadi manakala di saat daerah-daerah berjuang keras agar cepat bersih dari pandemi ini, kita dikagetkan rencana pemerintah yang justru ingin merelaksasi PSBB. Apa pun dalihnya, tentu wacana ini kurang tepat jika diterapkan. Lebih-lebih jika usulan ini dimunculkan untuk mewadahi kepentingan ekonomi kelompok tertentu, bukan orang banyak. Banyak kepala daerah akan tercederai dengan kebijakan (injuring policy) ini. Mereka sudah mengencangkan ikat pinggang mengerahkan berbagai cara agar Covid-19 tuntas, namun pada saat yang sama justru dimentahkan dari pusat.

Tidak dikabulkannya keinginan para kepala daerah di Jabodetabek yang mengusulkan penonaktifan sementara kereta rel listrik (KRL) menjadi salah satu bukti bahwa relaksasi-relaksasi dari pusat sangat kontraproduktif. Hasil test swab secara acak terhadap 325 penumpang KRL rute Jakarta-Bogor belum ini lama ini menunjukkan, ada tiga di antaranya positif. Ini baru acak, bagaimana jika dilakukan menyeluruh yang jumlahnya ratusan ribu penumpang per hari? Relaksasi juga berpotensi memicu gelombang kedua kasus korona (second strike) seperti di Singapura.

Di tengah keruwetan-keruwetan yang belum berhasil terurai ini, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk makin patuh terhadap aturan protokol kesehatan adalah sebuah langkah pasti. Ini tentu bukan hal enteng. Di sana-sini nyatanya sering kita temui masih banyak warga nekat berkumpul di tempat ibadah, orang hajatan, atau pasar. Kearifan lokal masyarakat Indonesia yang umumnya suka guyub dan saling membantu sesama menjadi faktor yang membuat kebiasaan ini sulit ditiadakan. Kepatuhan juga sudah saatnya diikuti dengan sanksi tegas. Tanpa itu, lagi-lagi kita akan sia-sia kembali.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Grounded Garuda dari...
Grounded Garuda dari Haji, Mungkinkah?
Pertarungan Final Prancis...
Pertarungan Final Prancis Vs Jerman Berebut Kapal Selam Indonesia
Pelajaran Berarti dari...
Pelajaran Berarti dari Kertajati
Latihan Gabungan Militer...
Latihan Gabungan Militer dan Diplomasi Pertahanan
ASEAN Benteng Stabilitas...
ASEAN Benteng Stabilitas Indo-Pasifik
Antara Telur dan Tembakau
Antara Telur dan Tembakau
Sudah Ada di Indonesia,...
Sudah Ada di Indonesia, Kenali Gejala Covid-19 Varian Omicron XBB
Waspada! Virus Baru...
Waspada! Virus Baru Langya Kembali Ditemukan di China
Tetap Tenang dan Waspada,...
Tetap Tenang dan Waspada, Begini Asal-usul Virus Hendra
Rekomendasi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved