Kasus Baru di Atas 4.000 Sehari, Menaker Ingatkan Pekerja Tak Lengah

loading...
Kasus Baru di Atas 4.000 Sehari, Menaker Ingatkan Pekerja Tak Lengah
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan para pekerja untuk tidak pernah lengah dalam menerapkan protokol Kesehatan selama bekerja. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A+ A-
JAKARTA - Kasus baru COVID-19 di Tanah Air terus menunjukkan peningkatan. Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Senin (21/9/2020), penambahan kasus baru mencapai 4.176 kasus dalam 24 jam terakhir. Sehingga, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini mencapai 248.852 orang. Salah satu klaster yang banyak ditemukan kasus COVID-19 adalah di lingkungan perkantoran.

Menyikapi terus bertambahnya kasus COVID-19, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan para pekerja untuk tidak pernah lengah dalam menerapkan protokol Kesehatan selama bekerja. ”Saya mengimbau agar protokol kesehatan benar-benar dipatuhi. Tidak hanya pada saat masuk kantor dites suhu, menggunakan masker, hand sanitizer, kepada mereka yang masih harus masuk kantor kan ada 25 persen yang masih bisa bekerja di kantor, protokol kesehatan harus diterapkan sepanjang hari dia kerja. Tidak hanya ketika dia masuk kantor, begitu bekerja tetap mengikuti protokol Kesehatan,” ujarnya di sela Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Senin (21/9/2020). (Baca juga: Bawaslu Usul Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Via Daring)

Ida Fauziyah mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19. SE yang ditandatangani tanggal 17 Maret 2020 ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia. ”SE itu sudah dikeluarkan sejak awal ada COVID-19, tapi saya kira masih relevan untuk digunakan,” katanya.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, kadang-kadang mereka yang sudah asyik bekerja lengah sehingga ketika sedang bekerja tidak mau menerapkan protokol kesehatan. ”Kita kadang lengah, ketika asyik bekerja, ternyata buka masker. Jam-jam rawan saat makan siang, harus tetap menggunakan masker. Kita kadang berada di ruang tertutup terlalu lama, itu juga kadang lupa protokol kesehatan. Intinya jangan lengah sedikitpun,” jelasnya.



Mengenai aturan kewajiban bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), Ida mengaku sejauh ini belum mendapatkan ada laporan kantor yang melanggar ketentuan WFH. Saat ini, pihaknya juga sedang menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang Pedoman Menyusun Perencanaan Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi. (Baca juga: Mendagri Minta KPU Revisi PKPU yang Membolehkan Konser di Pilkada)

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker, Haiyani Rumondang mengatakan Kepmen ini nantinya tidak hanya mengatur soal pandemi COVID-19, namun panduan menghadapi pandemi secara umum. ”Ini ditujukan kepada perusahaan-perusahaan agar tidak serta merta kebingungan ketika menghadapi pandemi. Jadi ada kedaruratan kebijakan. Ini panduan bagaimana menyusun perencanaan keberlangsungan usaha,” tutupnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top