Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan

Rabu, 03 Juni 2026 - 21:59 WIB
loading...
A A A

Bukan pada data, melainkan pada kepercayaan


Dalam ekonomi, kepercayaan bukan barang abstrak. Ia bekerja sebagai kalkulasi risiko yang dilakukan setiap hari oleh jutaan pelaku pasar — dari fund manager asing yang memutuskan apakah akan mempertahankan eksposur mereka di Indonesia, hingga pengusaha lokal yang menentukan apakah akan mengonversi dolarnya ke rupiah untuk kebutuhan operasional.

Ketika kepercayaan itu goyah, tidak ada kebijakan jangka pendek yang bisa sepenuhnya menambalnya. Pasar tidak membaca siaran pers. Ia membaca konsistensi.

Dan yang terlihat oleh pelaku pasar belakangan ini adalah serangkaian inkonsistensi yang terus menumpuk. Asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp16.500, sementara hari ini realitasnya sudah melampaui Rp17.900.

Defisit APBN pada kuartal pertama hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Surplus neraca perdagangan April 2026 menyempit ke level terendah dalam enam tahun — suatu petunjuk bahwa daya saing ekspor kita belum bergerak ke tempat yang seharusnya.

Di tengah semua itu, respons publik dari sebagian pejabat justru terdengar seperti sedang menenangkan diri sendiri, bukan memimpin pasar keluar dari ketidakpastian. Ketika bank sentral menaikkan BI Rate 50 basis poin — dua kali lipat dari ekspektasi pasar — dan IHSG tetap melemah pada hari itu, pasar sedang mengatakan sesuatu: kebijakan moneter saja tidak cukup.

Kepercayaan yang hilang tidak bisa dibeli dengan suku bunga yang lebih tinggi. Ia harus direbut kembali melalui konsistensi tindakan, bukan konsistensi narasi. Ada yang berpendapat bahwa koreksi IHSG sebesar 30 persen terlalu besar untuk ditimpakan pada faktor domestik saja, dan bahwa pasar global yang sedang bergejolak merupakan penyebab utama yang fair. Pendapat ini memang punya dasar.

Indeks saham di banyak emerging market ikut tertekan. Namun, ada perbedaan yang perlu dicermati: pelemahan IHSG Indonesia jauh lebih dalam dibandingkan sebagian besar indeks regional. Malaysia, India, dan Filipina mengalami koreksi, tetapi tidak separah ini. Artinya, tekanan global memang menjadi pemicu, tetapi kerentanan domestik memperbesar dampaknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
Rekomendasi
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved