Merawat Kebhinnekaan Melalui Internalisasi Nilai Pancasila dan Penguatan Bela Negara
Kamis, 28 Mei 2026 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, keteladanan para pemimpin nasional juga menjadi faktor penting dalam internalisasi Pancasila. Sikap, ucapan, dan kebijakan penyelenggara negara harus mencerminkan nilai persatuan, keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ketika elite politik justru mempertontonkan polarisasi dan konflik, maka ruang internalisasi Pancasila di masyarakat akan semakin melemah.
Pada akhirnya, menjaga Pancasila bukan hanya soal mempertahankan dasar negara secara formal, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap hidup dalam perilaku sosial masyarakat. Tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini bukan semata ancaman terhadap eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara, melainkan ancaman lunturnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kemajemukan bangsa Indonesia, Pancasila harus terus dihadirkan sebagai fondasi etik, perekat kebhinnekaan, dan instrumen bela negara untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila.
Pada akhirnya, menjaga Pancasila bukan hanya soal mempertahankan dasar negara secara formal, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap hidup dalam perilaku sosial masyarakat. Tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini bukan semata ancaman terhadap eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara, melainkan ancaman lunturnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kemajemukan bangsa Indonesia, Pancasila harus terus dihadirkan sebagai fondasi etik, perekat kebhinnekaan, dan instrumen bela negara untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila.
(jon)
Lihat Juga :