Polemik Komunikasi Publik Menteri PPPA dalam Pascainsiden KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:39 WIB
loading...
Polemik Komunikasi Publik...
Gina Fauziah, Dosen Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas Pamulang. Foto: Istimewa
A A A
Gina Fauziah
Dosen Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas Pamulang

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, mengambil langkah responsif pascainsiden kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur yang berdampak pada penumpang KRL terutama perempuan. Peristiwa itu menewaskan 16 orang dari gerbong perempuan yang terletak di ujung belakang kereta.

Mengingat korban seluruhnya merupakan wanita karena gerbong wanita berada pada bagian ujung KRL, Menteri PPPA memberikan usulan yang disampaikan melalui media yakni, “Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Dalam perspektif komunikasi publik, sebagaimana dijelaskan oleh Harold Lasswell melalui model “Who says what in which channel to whom with what effect”, setiap pernyataan pejabat publik tidak hanya dilihat dari isi pesan, tetapi juga efek yang ditimbulkannya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dimensi “effect” (dampak pesan) tidak terkelola dengan baik, sehingga memunculkan kontroversi di ruang publik.

Selain itu, menurut Jürgen Habermas dalam konsep public sphere, komunikasi pejabat seharusnya mendorong diskursus rasional dan berbasis kepentingan publik, bukan justru memicu polemik yang bersifat emosional dan reaktif. Namun, dalam perspektif komunikasi krisis, pernyataan pejabat publik pada situasi darurat seharusnya berfokus pada tiga hal utama: empati terhadap korban, kejelasan informasi, dan solusi berbasis keselamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Menhub soal Sinyal Hijau...
Menhub soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL: Masih Didalami
KNKT Ungkap KA Argo...
KNKT Ungkap KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi Sebelum Tabrak KRL
Rekomendasi
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Liburan Hemat Setengah...
Liburan Hemat Setengah Harga! Tiket Kereta Api dan Whoosh Diskon 50% di Traveloka Pakai BRI Kartu Kredit
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berita Terkini
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Tim Advokasi Roy Suryo Minta KY Awasi Hakim: Khawatir Ada Intervensi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Pakar Intelijen Ingatkan...
Pakar Intelijen Ingatkan Semua Lembaga Hormati Proses Hukum
Siaga Kemarau, Pemkot...
Siaga Kemarau, Pemkot Semarang Perkuat Keamanan TPA Jatibarang
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved