Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Jum'at, 10 Juli 2026 - 11:35 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 5 bendungan sekaligus sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN), hari ini. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 5 bendungan sekaligus sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN), hari ini. Lima bendungan tersebut yakni bendungan Meninting yang berada di Lombok, NTB, kemudian dua bendungan di Aceh yakni Keureuto dan Rukoh. Selanjutnya, bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, dan Sidan Bali.
“Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Jumat (10/7/2026).
Prasetyo menjelaskan dengan kapasitas ±9,91 juta m³ dan luas genangan ±46 ha, bendungan ini mengairi 1.559 ha lahan, menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik ±10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.
Baca juga: Prabowo Janji Perbaiki Jembatan dan Bendungan di Aceh yang Terdampak Banjir
“Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam, serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun,” ujarnya.
“Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Jumat (10/7/2026).
Prasetyo menjelaskan dengan kapasitas ±9,91 juta m³ dan luas genangan ±46 ha, bendungan ini mengairi 1.559 ha lahan, menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik ±10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.
Baca juga: Prabowo Janji Perbaiki Jembatan dan Bendungan di Aceh yang Terdampak Banjir
“Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam, serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun,” ujarnya.
Lihat Juga :