UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Sabtu, 25 April 2026 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Untuk jangka menengah, Fahira mendorong penguatan efisiensi energi di level UMKM melalui program konversi bertahap ke teknologi produksi yang lebih hemat energi, insentif adopsi kompor induksi atau teknologi efisien untuk sektor tertentu, serta pendampingan manajemen biaya produksi bagi pelaku UMKM.
Dia mengusulkan mulai dirintis skema perlindungan energi untuk UMKM produktif strategis, terutama sektor pangan dan kuliner rakyat agar lebih resilien menghadapi volatilitas harga energi. Sudah saatnya, efisiensi energi menjadi bagian dari agenda pemberdayaan UMKM, bukan hanya isu sektor energi.
Untuk jangka panjang, Fahira menekankan pentingnya agenda besar ketahanan energi yang berpihak pada ekonomi rakyat, termasuk percepatan jaringan gas (jargas) untuk pelaku usaha kecil, diversifikasi sumber energi untuk UMKM, penguatan transisi energi yang inklusif, dan integrasi kebijakan UMKM dengan strategi nasional kemandirian energi. Tanpa pembenahan struktural, UMKM akan terus rentan setiap kali terjadi gejolak harga energi global.
“Kalau hanya merespons setiap ada gejolak, kita akan terus reaktif. Saat ini dan ke depan yang kita butuhkan adalah membangun UMKM yang tahan guncangan melalui reformasi yang lebih mendasar,” kata Fahira.
Dia mengusulkan mulai dirintis skema perlindungan energi untuk UMKM produktif strategis, terutama sektor pangan dan kuliner rakyat agar lebih resilien menghadapi volatilitas harga energi. Sudah saatnya, efisiensi energi menjadi bagian dari agenda pemberdayaan UMKM, bukan hanya isu sektor energi.
Untuk jangka panjang, Fahira menekankan pentingnya agenda besar ketahanan energi yang berpihak pada ekonomi rakyat, termasuk percepatan jaringan gas (jargas) untuk pelaku usaha kecil, diversifikasi sumber energi untuk UMKM, penguatan transisi energi yang inklusif, dan integrasi kebijakan UMKM dengan strategi nasional kemandirian energi. Tanpa pembenahan struktural, UMKM akan terus rentan setiap kali terjadi gejolak harga energi global.
“Kalau hanya merespons setiap ada gejolak, kita akan terus reaktif. Saat ini dan ke depan yang kita butuhkan adalah membangun UMKM yang tahan guncangan melalui reformasi yang lebih mendasar,” kata Fahira.
(jon)
Lihat Juga :