Mengapa Islamabad Gagal Menjembatani Dua Dunia?

Senin, 13 April 2026 - 12:50 WIB
loading...
A A A
Lebih jauh, AS datang dengan paradigma keamanan global yang menuntut kepastian mutlak. Dalam logika Washington, Iran harus menghentikan ambisi nuklirnya, bukan sekadar membatasi. Dunia, menurut AS, hanya aman jika potensi ancaman dihilangkan sejak dini. Tetapi di Teheran, tuntutan itu dibaca sebagai bentuk dominasi lama dalam wajah baru. Bagi Iran, hak atas teknologi nuklir adalah simbol kedaulatan, bukan sekadar alat strategis. Singkatnya, tidak ada pihak yang mau mengalah.

Kedua, perundingan ini dibebani oleh luka sejarah yang belum sembuh. Sejak Revolusi 1979, relasi Iran–AS dibangun bukan di atas kepercayaan, melainkan kecurigaan yang diwariskan secara lintas generasi. Bahkan, dalam forum resmi sekalipun, kedua negara tidak pernah benar-benar bernegosiasi.

Iran menuduh Amerika membuat “tuntutan berlebihan”, tidak masuk akal, dan juga melanggar janji. Sementara Amerika menilai Iran tidak menunjukkan itikad untuk mengubah perilakunya secara fundamental. Dalam situasi seperti ini, diplomasi kehilangan ruhnya. Ia tidak lagi menjadi ruang kompromi, melainkan sekadar panggung retorika.

Ketiga, isu yang dinegosiasikan terlalu rumit guna diselesaikan dalam satu meja perundingan. Ini bukan hanya soal nuklir, melainkan juga Selat Hormuz, perang bayangan oleh poros perlawanan (axis of resistance), yaitu Hezbollah di Lebanon, sanksi ekonomi, bahkan arsitektur kekuasaan di Timur Tengah.

Dengan ujaran lain, Islamabad mencoba merangkum terlalu banyak isu konflik dalam satu paket perundingan. Akibatnya, setiap isu menjadi sandera bagi isu lainnya. Singkatnya, tidak ada satu pun yang bisa disepakati tanpa membuka simpul konflik yang lain.

Keempat, keterbatasan mediator. Pakistan, dengan segala upayanya, hanya mampu menyediakan ruang negosiasi, bukan solusi. Ia mampu mempertemukan, tetapi tidak dapat memaksa.

Diplomasi modern acap melebih-lebihkan peran mediator, seolah-olah kehadiran pihak ketiga cukup untuk mencairkan kebuntuan. Padahal, jika kehendak politik dari para pihak utama yang bertikai tidak berubah, mediator hanya menjadi saksi dari kegagalan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Rekomendasi
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved