Kebijakan Tidak Tepat Implementasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:18 WIB
loading...
Kebijakan Tidak Tepat...
Hendarman - Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto: Dok Pribadi
A A A
HENDARMAN
Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Dalam praktik pemerintahan, kebijakan publik sering dipahami sebagai solusi atas suatu persoalan. Namun dalam banyak kasus, masalah baru justru muncul setelah kebijakan diterapkan. Ditengarai bahwa hal ini bukan semata-mata karena niat kebijakan yang keliru, melainkan karena proses perumusannya tidak memperhitungkan kompleksitas implementasi di lapangan. Tidak sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dirancang secara terburu-buru, tanpa analisis yang matang, seringkali menimbulkan resistensi birokrasi, kebingungan masyarakat, bahkan kegagalan program.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di banyak negara dengan sistem pemerintahan yang relatif matang. Dalam literatur kebijakan publik, kondisi ini dikenal sebagai implementation gap atau kesenjangan antara tujuan kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dan hasil yang benar-benar terjadi di lapangan. Pengalaman berbagai negara juga menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi oleh desain implementasinya. Dengan kata lain, kebijakan yang baik harus dapat dilaksanakan secara realistis, konsisten, dan berkelanjutan.

Masalah
Dalam kajian kebijakan publik, implementasi merupakan tahap yang sering menjadi titik kritis keberhasilan suatu kebijakan. Jeffrey L. Pressman dan Aaron B. Wildavsky, dalam buku klasik “Implementation” (1973) menunjukkan bahwa semakin kompleks sebuah kebijakan, terutama yang melibatkan banyak lembaga dan aktor akan semakin besar pula risiko kegagalan implementasinya apabila desain kebijakannya tidak jelas sejak awal.

Masalah implementasi juga berkaitan dengan perilaku birokrasi di tingkat lapangan. Beberapa fakta menunjukkan bahwa kebijakan cenderung hanya dirancang berdasarkan atas perspektif pemerintah pusat dan kurang memperhitungkan realitas di tingkat pelaksana Michael Lipsky dalam bukunya “Street-Level Bureaucracy” (1980) menjelaskan bahwa pegawai layanan publik di tingkat operasional memiliki diskresi besar dalam menjalankan kebijakan. Atinya mereka memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana kebijakan dijalankan. Jika mereka tidak memahami atau tidak mendukung kebijakan tersebut, implementasinya bisa berubah dari tujuan awal. Atau, jika kebijakan tidak dipahami atau tidak realistis untuk dilaksanakan maka pelaksana di lapangan akan menyesuaikan kebijakan tersebut dengan cara mereka sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
Jabat Ketum DPP Pemuda...
Jabat Ketum DPP Pemuda Lira, Sultoni: Dukung Kebijakan Prorakyat, tapi Tetap Kritis
Kebijakan Berdasarkan...
Kebijakan Berdasarkan Kebutuhan (Siapa)?
Kebijakan Jangan Menimbulkan...
Kebijakan Jangan Menimbulkan Kegaduhan
Kawal Kebijakan Publik...
Kawal Kebijakan Publik Berbasis Bukti, BSKDN Perkuat Peran Analis Daerah
Media Talk 2026, BSKDN:...
Media Talk 2026, BSKDN: Komunikasi Kebijakan di Era Digital Harus Diperkuat
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Wakapolda Papua Barat:...
Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko
Rekomendasi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved